Minggu, 17 April 2022

Mengenal Klasifikasi Ilmiah Tanaman Kenikir

Kenikir merupakan jenis tumbuhan yang hidup di daerah tropis. Tanaman kenikir ini berasal dari Amerika Latin dan Amerika Tengah akan tetapi kenikir lebih mudah ditemukan di Florida, Amerika Serikat dan di Indonesia atau negara-negara di Asia Tenggara lainnya.

 

Kenikir biasanya bisa ditanam di sekitar rumah dan dijadikan sebagai salah satu sayuran, dimakan mentah-mentah sebagai lalap maupun direbus. Orang-orang Jawa biasanya menggunakan kenikir ini untuk pelengkap makanan pecel.




 Karakteristik morfologi tanaman kenikir tersebut dijelaskan sebagai berikut:


1. Akar

Akar pada tanaman kenikir  yaitu jenis akar tunggang dan berwarna putih.

 

2. Batang

Batang tanaman kenikir adalah jenis batang berkayu dan berbentuk segi empat.  Batang biasanya tumbuh tegak, beralur membujur, dan memiliki cabang yang banyak.

 

3. Daun

Morfologi daun pada tanaman ini letaknya yaitu berpasangan, bersilang, dan  berhadapan. Selain itu daun mempunyai sifat yang menyirip, ujungnya runcing, dan dibagian tepi rata.

 

4. Bunga

Bunga tanaman kenikir adalah jenis bunga majemuk yang berbentuk bongkol dan letaknya di ujung batang. Bunga memiliki tangkai dengan ukuran sekitar 25 cm.

 

5. Biji

Bagian biji kenikir berbentuk jarum, terbungkus kulit biji yang keras berwarna coklat, ujung berambut. Biji juga merupakan alat perkembangbiakan generatif. Biji berukuran kecil dengan panjang 1 cm.


Lihat juga video di bawah ini :




 

Beberapa manfaat daun kenikir untuk kesehatan antara lain menurunkan tekanan darah tinggi, mencegah osteoporosis, mencegah pertumbuhan sel kanker dan mencegah penyakit jantung.

 

Berikut ini klasifikasi ilmiah tanaman kenikir :

 

Klasifikasi ilmiah
Kingdom : Plantae
Divisi: Spermatophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Fabales
Famili: Asteraceae
Genus: Cosmos
Spesies: Cosmos caudatus
Share:

Minggu, 06 Maret 2022

Mengenal Tanaman Kencur Dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Tanaman Kencur dapat tumbuh dengan baik pada saat musim penghujan, tanaman ini dapat ditanam pada media pot, polibag atau sejenisnya dan juga bisa dibudidayakan secara komersial.

 

Kencur dapat dijadikan bahan rempah penyedap makanan serta jamu untuk kesehatan tubuh seperti melegakan tenggorokan, menambah nafsu makan, dan berbagai khasiat lainnya. Didalam tanaman kencur terdapat senyawa tonikum yang berguna sebagai bahan penambah nafsu makan pada anak-anak.






 

Berikut ini klasifikasi ilmiah tanaman kencur :

 

Kingdom : Plantae

Sub kingdom : Viridiplantae

Infra Kingdom : Streptophyta

Super divisi : Embryophyta

Kelas : Magnoliopsida

Super ordo : Lilianae

Ordo : Zingiberales

Family : Zingiberaceae

Genus : Kaempferia L

Spesies : Kaempferia galanga L

 

Ciri khas dalam marfologi tanaman kencur ini, antara lain adalah sebagai berikut;

 

1. Batang

Tanaman kencur tidak memliki batang, akan tetapi memiliki banyak rhizoma yang bercabang dengan warna hitam ke abu-abuan yang dapat tumbuh sekitar 30 sampai 70 cm, serta hidup secara perennial. Pada akar tanaman kencur berbentuk umbi berwarna putih kekuningan yang membulat atau memanjang namun memiliki bau yang aromatis serta khas.

 

2. Daun

Kencur memiliki daun rimpang yang tenggelam didalam tanah serta berada di atas permukaan tanah dengan warna hijau. Rimpang pada tanaman kencur tumbuh secara bergerombol, jumlah daunnya sekitar 2 sampai 3 helai.

 

3. Bunga

Bunga pada tanaman kencur berbentuk majemuk dengan susunan setengah duduk pada kuntum berjumlah 4 sampai 12 buah, sedangkan pada bagian bibir bunga terdapat lembayung dengan warna putih yang lebih dominan.

 

4. Buah dan Biji

Tanaman kencur memiliki rhizome yang berada didalam tanah, pada bagian rimpang tumbuh secara berkelompok dan bercabang yang terdapat pada bagian induk tengah. Kulit ari tanaman kencur berwarna coklat akan tetapi pada bagian dalam berwarna putih. Aroma yang dimiliki tanaman kencur sangat khas dan pada bagian rimpang berwarna kuning ketika masih muda serta kandungan airnya lebih banyak dibandingkan dengan rimpang yang sudah tua.

 

5. Akar

Akar pada tanaman kencur tumbuh secara bergerombol dan memiliki cabang dengan serabut berwarna putih. Akar kencur tumbuh berdampingan dengan rhizome atau rimpang berwarna coklat keputih-putihan, akar tanaman kencur sendiri memiliki warna coklat yang agak keras dibandingkan dengan rhizome atau rimpangnya.

 

Berikut ini beberapa manfaat kencur untuk kesehatan :

1.    Obat Batuk

2.    Menghilangkan Stres

3.    Obat Diare

4.    Bahan Pembuatan Jamu

5.    Anti Radang

Share:

Sabtu, 05 Maret 2022

Mengenal Tanaman Kelor Dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Kelor merupakan salah satu jenis tanaman multiguna. Kelor dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai di ketinggian 1.000 m dpl.

 

Kelor memiliki batang berkayu, tegak, berwarna putih kotor, kulit tipis, permukaan kasar. Tinggi tanaman dapat mencapai 10 m dengan percabangan simpodial, arah cabang tegak atau miring.

 

Daun majemuk, bertangkai panjang, tersusun berseling. Buah berbentuk panjang bersegi tiga, panjang 20-60 cm; buah muda berwarna hijau, setelah tua menjadi cokelat, bentuk biji bulat berwarna cokelat kehitaman.




 

Tanaman kelor berbuah setelah berumur 12-16 bulan.

 

Kelor sangat mudah ditanam baik dengan menggunakan setek maupun biji. Perbanyakan dengan setek cenderung memberikan produksi yang lebih banyak karena tanaman cenderung menghasilkan banyak cabang yang rimbun. Perbanyakan dengan biji menyebabkan tanaman cenderung tumbuh keatas dengan batang utama dan percabangan yang sedikit.

 

Berikut ini beberapa khasiat kelor :

Daun kelor adalah sumber vitamin dan mineral yang baik untuk tubuh, kaya akan antioksidan, dan mampu membantu menurunkan kadar gula darah.

 

Daun kelor mengandung isotiosianat, yang merupakan zat antiperadangan. Sehingga, tumbuhan ini dipercaya dapat membantu meredakan peradangan yang terjadi di tubuh. Juga Dapat membantu menurunkan kolesterol, Dapat melindungi tubuh dari racun arsenik,  serta Membantu mengatasi kanker.

 

Kandungan antioksidan serta zat-zat kimia yang ada dalam daun kelor, dipercaya dapat meredakan stres dan peradangan di otak. Hal ini membuatnya baik untuk meningkatkan daya ingat.

 

Ekstrak daun kelor, disebut berpotensi mengatasi dislipidemia, salah satu jenis penyakit jantung akibat naiknya kadar kolesterol serta trigliserida di tubuh.

 

Kandungan zat besi yang cukup tinggi di dalam daun kelor membuatnya dipercaya dapat membantu mencegah anemia.

Share:

Jumat, 04 Maret 2022

Mengenal Tanaman Kelapa Dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Tanaman kelapa diperkirakan berasal dari daerah pesisir Samudera Hindia yang berada disisi Asia, dan kini telah menyebar luas keseluruh pantai tropis yang ada diseluruh dunia.

 

Tanaman kelapa dapat dikatakan sebagai tanaman serbaguna karena hampir seluruh bagian dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia mulai dari buah sampai pohon kelapa yang dapat dijadikan sebagai bahan makanan atau minuman, alat-alat rumah tangga, bahan industri, bahan bangunan dan lain sebagainya.

 

Seperti contoh pada bagian tempurung kelapa dapat dimanfaatkan sebagai arang tempurung kelapa, buahnya sebagai bahan dasar santan, minyak kelapa dan campuran berbagai olahan makanan lainnya, dan pada bagian daun dapat dijadikan bahan dasar untuk pembuatan sapu lidi.





 

Klasifikasi Tanaman Kelapa

Berikut ini klasifikasi ilmiah tanaman kelapa :

 

Kingdom: Plantae

Sub kingdom: Tracheobionta

Sub divisi : Spermatophyta

Divisi: Magnoliophyta

Kelas : Liliopsida

Sub kelas: Arecidae

Ordo: Arecales

Famili : Arecaceae

Genus: Cocos

Spesies : Cocos nucifera L.

 

Ciri Morfologi Tanaman Kelapa

Ciri morfologi yang melekat pada tanaman kelapa ini, antara lain sebagai berikut;

 

1. Akar

Kelapa memiliki sistem perakaran serabut yang cukup tebal dan berkayu serta bentuknya yang berkerumun membentuk seperti bonggol. Akar kelapa sangat kuat sehingga dapat menopang tegaknya tumbuhan yang cukup tinggi dari terjangan angin. Akar kelapa ada yang berada diatas permukaan tanah ada juga yang berada didasar permukaan tanah.

 

2. Bunga

Bunga pada tanaman kelapa termasuk bunga majemuk yang tumbuh pada ketiak daun dengan membentuk tandan. Pada bagian manggarnya terdapat tempurung yang melindungi bunga dengan bentuk memanjang. Warna bunga dari tanaman kelapa yaitu putih agak kekuningan dengan tekstur agak keras, panjangnya dapat mencapai 30 cm sampai 1,5 m.

 

3. Buah

Buah tanaman kelapa memiliki ukuran yang cukup besar berbentuk bulat ada juga yang lonjong tergantung dengan jenis varietas yang ditanam, diameternya kira-kira 10 sampai 20 cm. Buah kelapa berwarna hijau, kuning, dan ada yang berwarna orange, apabila sudah tua warnanya dapat berubah menjadi merah kecoklatan.

 

4. Batang

Batang tanaman kelapa berbentuk kayu dengan memiliki rongga seperti serabut. Batang kelapa dapat mencapai ketinggian 20 meter dengan tegak berdiri namun tidak memiliki cabang. Kulit batang kelapa terasa kasar jika dipegang, umumnya masyarakat akan membuat lubang yang berfungsi untuk tempat pijakan ketika memanjat atau secara alamiah pada batang kelapa akan terbentuk dengan sendirinya.

 

Berikut ini beberapa manfaat buah kelapa untuk kesehatan :

1. Menjaga kesehatan pencernaan

2. Meningkatkan daya tahan tubuh

3. Sangat cocok untuk diet

4. Menunjang fungsi otak

5. Memelihara kesehatan jantung

6. Kaya akan mineral

7. Mengontrol kadar gula darah

Share:

Mengenal Tanaman Kacang Tanah dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Kacang tanah merupakan tanaman polong atau legum yang termasuk suku Fabaceae dan dibudidayakan, serta termasuk jenis kacangan kedua terpenting setelah kacang kedelai di Indonesia. Tanaman kacang tanah berasal dari benua Amerika tumbuh secara perdu setinggi 30 hingga 50 cm dengan daun berbentuk kecil tersusun secara majemuk.




 

Klasifikasi Ilmiah Kacang Tanah

Kingdom : Plantae

Sub Kingdom : Viridiplantae

Infra Kingdom : Streptophyta

Super Divisi : Embryophyta

Divisi : Tracheophyta

Sub Divisi : Spermatophytina

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Fabales

Family : Fabaceae

Genus : Arachis L.

Spesies : Arachis hypogeae L

 

Ciri Morfologi Tanaman Kacang Tanah

Adapun untuk karakteristik yang menjadi ciri khas morfologi kacang tanah ini, antara lain adalah sebagai berikut;

1. Akar

Kacang tanah memiliki bentuk akar yang hampir sama dengan bentuk akar tanaman legume lainnya. Akar kacang tanah memiliki bintil akar akibat dari hubungan simbiosis mutualisme antara bakteri penambat unsur N dengan Rhizobium sp. Akar kacang tanah berbentuk tunggang dan memiliki cabang akar yang tumbuh pada akar utama.

2. Batang Daun dan Bunga

Kacang tanah memiliki batang yang pendek serta berbuku-buku, pada awalnya batang ini akan tumbuh secara tunggal namun lama-kelamaan akan tumbuh cabang. Kacang tanah dapat tumbuh setinggi 30 sampai 50 cm bahkan bisa lebih tergantung dari varietas dan kesuburan tanaman kacang tanah.

Daun kacang tanah berbentuk majemuk bersirip genap yang terdiri dari empat anak daun berbentuk bulat, oval, dan agak lancip berbulu. Bunga kacang tanah berbentuk seperti kupu-kupu, dengan warna kuning dan mempunyai tangkai yang tumbuh diketiak daun.

Kacang tanah dapat berbunga setelah berumur 4 sampai 6 minggu, bunga kacang tanah dapat menyerbuk sendiri pada malam hari, dapat mekar selama 24 jam namun setelah itu akan layu dan gugur.

Kacang tanah memiliki cangkang yang keras dan berwarna putih kecoklatan. Pada setiap polong terdapat 1 sampai 4 biji kacang tanah yang terbentuk setelah pembuahan.

Kacang tanah memiliki biji yang berbentuk bulat agak lonjong dan terbungkus oleh lapisan tipis berwarna putih atau merah.


Manfaat Kacang Tanah

Berikut ini beberapa manfaat kacang tanah bagi kesehatan manusia :

1.    Baik Bagi Ibu Hamil untuk perkembangan otak janin

2.    Mengurangi Depresi

3.    Menurunkan resiko penyakit Batu Empedu

4.    Mengurangi resiko Kanker Usus Besar

5.    Menjaga Berat Badan

6.    Mencegah Penyakit Jantung

Share:

Rabu, 02 Maret 2022

Mengenal Tanaman Jahe dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Jahe merupakan tanaman rimpang yang cukup populer sebagai tanaman rempah serta bahan obat. Rimpang jahe berbentuk seperti jari yang menggembung diruas tengah. Rasa yang dominan pada jahe yaitu pedas.

Jahe termasuk dalam tanaman herbal yang tumbuh tegak, tingginya dapat mencapai 40 – 100 cm dan dapat tumbuh sampai berumur tahunan. Batang jahe berupa batang semu yang tersusun dari helai daun pipih memanjang dengan ujung lancip.



 


Klasifikasi Ilmiah Tanaman Jahe :

 

Kingdom : Plantae

Sub kingdom : Viridiplantae

Sup divisi : Spermatophytina

Divisi : Tracheophyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Zingiberales

Family : Zingiberaceae

Genus : Zingiber Mil

Spesies : Zingiber officinale Roscoe

 

Ciri Morfologi Tanaman Jahe

Untuk karaktersitik yang menjadi ciri khas dari tanaman jahe ini, antara lain adalah sebagai berikut;


1. Daun

Daun pada tanaman jahe berwarna hijau berbentuk lonjong lancip menyerupai dengan daun rumput besar. Daun jahe berselang seling dengan tulang daun serta sejajar. Daun tanaman jahe termasuk daun tunggal dengan ujung  daun berbentuk runcing, tepinya rata dan pangkal daun tumpul, sedangkan permukaan daun halus serta licin. 

 

2. Batang

Batang tanaman jahe memiliki warna hijau, tidak berkayu serta berair dan merupakan batang semu tumbuh tegak lurus. Bentuk batang jahe bulat serta permukaan dilapisi oleh bulu halus tetapi tidak memiliki percabangan.

 

3. Akar

Akar pada tanaman jahe merupakan akar serabut yang tumbuh pada rimpang serta termasuk modifikasi dari batang. Akar tersebut memiliki bagian berupa leher akar, tudung akar dan batang akar.

 

4. Bunga

Bunga  tanaman jahe berupa malai yang tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulat telur. Bunga jahe termasuk dalam golongan bunga majemuk tunggal. Mahkota bunga jahe berbentuk tabung, berwarna hijau kekuningan serta jumlah daun mahkota ada tiga buah yang saling berlekatan pada bagian bawah helaian yang agak sempit. Kelopak bunga berjumlah tiga buah, bunga jahe termasuk bunga sempurna karena mempunyai 2 kelamin.



 


Manfaat Tanaman Jahe

Berikut ini beberapa manfaat tanaman jahe untuk kesehatan :

 

1.        Mencegah Penyakit Kanker

2.        Mengatasi Gangguan Pernapasan

3.        Membantu Menjaga Kesehatan Pencernaan

4.        Menyembuhkan Batuk

5.        Mencegah Mual dan Muntah Saat Mabuk Perjalanan

6.        Melancarkan Peredaran Darah

7.        Mencegah Perut Buncit

8.        Membantu Pembentukan Otot Baru

9.        Mengobati Sakit Kepala

10.      Mencegah Peradangan

Share:

Selasa, 01 Maret 2022

Mengenal Tanaman Bayam dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

 Tanaman bayam merupakan tanaman sayuran yang dikenal sebagai sayuran yang memiliki sumber zat besi cukup penting. Tanaman bayam dapat tumbuh sepanjang tahun, kapan saja dan dimana saja, baik itu didataran rendah ataupun didataran tinggi. Bayam dapat tumbuh dengan baik pada kondisi tanah subur serta banyak sinar matahari.

 

Kondisi suhu yang efektif yaitu sekitar 25 sampai 36 derajat celcius dan pH tanah antara 6 sampai 7 dengan waktu tanam terbaik yaitu pada akhir musim kemarau.




 

Klasifikasi Ilmiah Tanaman Bayam

 

Kingdom : Plantae

Divisi : Magnoliophyta

Kelas : Magnoliopsida

Ordo : Caryophyllales

Famili : Amaranthaceae

Sub famili : Amaranthoideae

Genus : Amaranthus

Spesies : Amaranthus Sp

 

Adapun karakteristik yang menjadi ciri khas morfologi dari tanaman bayam, diantaranya;


1. Akar

Bayam memiliki sistem perakaran tunggang bagian bawah serta serabut pada bagian atas. Akar tanaman bayam dapat menembus kedalam tanah sampai kedalaman 20-40 cm bahkan dapat lebih tergantung dari jenis media tanah yang digunakan.

 

2. Batang

Tanaman bayam memiliki batang yang berbentuk tegak, tebal, dan mengandung banyak air atau herbacius. Batang tanaman ini berukuran cukup panjang 0.5 – 1 meter serta memiliki cabang monodial. Batang bayam memiliki warna hijau namun ada juga yang berwarna merah tergantung dari varietas bayam yang ditanam.

 

3. Daun

Bayam memiliki daun tunggal dan bewarna hijau muda atau tua. Namun, ada juga bayam yang memiliki daun berwarna merah tergantung dari varietas yang digunakan. Bentuk dari daun bayam yaitu bulat memanjang dan oval. Panjang daun berukuran sekitar 1.5 sampai 6 cm, untuk lebar daun sekitar 0.5 sampai 3.2 cm. pada daun terdapat tangkai yang berbentuk bulat.

 

4. Bunga

Tanaman bayam memiliki bunga yang berkelamin tunggal, warna bunganya yaitu hijau tua serta terdapat mahkota yang terdiri dari daun bunga dengan jumlah 4-5 buah, bakal buah dengan jumlah 2-3 buah dan benang sari 1-5 serta bagian lain yang berguna untuk membantu penyerbukan.

 

Ukuran bunga bayam sekitar 1.5-2.5 mm, cara membedakan antara bunga jantan dengan bunga betina yaitu bunga jantan memiliki bentuk bulir sedangkan untuk bunga betina berbentuk bulat yang terdapat diketiak batang. Proses penyerbukan bunga dibantu oleh hewan sekitar ataupun angin.

 


Manfaat Tanaman Bayam

Manfaat bayam secara umum antara lain :

1.    Dapat Melawan Sel Kanker

2.    Anti-Inflamasi atau Peradangan

3.    Mengurangi Resiko Penyakit Cardiovascular

4.    Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

5.    Mencegah Osteoporosis

6.    Mencegah Diabetes, Menstabilkan Gula Darah

7.    Mencegah Anemia

8.    Menurunkan Berat Badan
Share:

Senin, 18 Oktober 2021

Panduan Lengkap Budidaya Cabai

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Hal ini ditunjang dari banyaknya lahan kosong yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, selain itu kondisi tanah  di  Indonesia  yang  mempunyai  kandungan  unsur  hara  yang  baik sehingga dapat membantu pertumbuhan tanaman. 

Salah satu produk hortikultura  yang  menjadi  unggulan  dalam  sektor pertanian  di  Indonesia adalah tanaman sayuran. Sayuran merupakan salah satu produk hortikultura yang banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan. 

Sayuran dapat dikonsumsi dalam keadaan mentah ataupun  diolah   terlebih  dahulu   sesuai   dengan  kebutuhan   yang   akan digunakan. Salah satu komoditi sayur yang sangat dibutuhkan oleh hampir semua orang dari berbagai lapisan masyarakat, adalah cabai, sehingga tidak mengherankan bila volume peredaran di pasaran dalam skala besar.


Cabai merupakan tanaman perdu dari famili terong-terongan yang memiliki nama ilmiah Capsicum sp. Cabai berasal dari benua Amerika tepatnya daerah Peru dan menyebar ke negara-negara benua Amerika, Eropa dan Asia termasuk negara Indonesia. Tanaman cabai banyak ragam tipe pertumbuhan dan  bentuk buahnya.  Diperkirakan terdapat 20 spesies  yang sebagian besar hidup di negara asalnya. Masyarakat pada umumnya hanya mengenal beberapa jenis saja, yakni cabai besar, cabai keriting, cabai rawit dan paprika.

Tanaman cabai merupakan salah satu sayuran buah yang memiliki peluang bisnis yang baik. Besarnya kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri menjadikan cabai sebagai komoditas menjanjikan. Permintaan cabai yang tinggi untuk kebutuhan bumbu masakan, industri makanan, dan obat-obatan merupakan potensi untuk meraup keuntungan. Tidak heran jika cabai merupakan komoditas hortikultura yang mengalami fluktuasi harga paling tinggi di Indonesia.

Harga cabai  yang tinggi memberikan keuntungan  yang tinggi pula bagi petani. Keuntungan yang diperoleh dari budidaya cabai umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan budidaya sayuran lain. Cabai pun kini mnejadi komoditas ekspor yang menjanjikan. Namun, banyak kendala yang dihadapi petani dalam berbudidaya cabai. Salah satunya adalah hama dan penyakit seperti kutu kebul, antraknosa, dan busuk buah yang menyebabkan gagal panen. Selain itu, produktivitas buah yang   rendah dan waktu panen yang lama tentunya akan memperkecil rasio keuntungan petani cabai.

Secara umum cabai  memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin. Diantaranya Kalori, Protein, Lemak, Kabohidarat, Kalsium, Vitamin A, B1 dan Vitamin C. Selain digunakan untuk keperluan rumah tangga, cabe juga dapat digunakan untuk keperluan industri diantaranya, Industri bumbu masakan, industri makanan dan industri obat-obatan atau jamu.

Cabai termasuk komoditas sayuran yang hemat lahan karena untuk peningkatan produksinya lebih mengutamakan perbaikan teknologi budidaya. Penanaman dan  pemeliharaan  cabai  yang intensif  dan  dilanjutkan  dengan penggunaan teknologi pasca panen akan membuka lapangan pekerjaan baru. Oleh karena itu, dibutuhkan tenaga kerja yang menguasai teknologi dalam usaha tani cabai yang berwawasan agribisnis dan agroindustri.

Salah satu sifat tanaman cabai yang disukai oleh petani adalah tidak mengenal musim. Artinya, tanaman cabai dapat  ditanam  kapan  pun  tanpa tergantung  musim.  Cabai juga  mampu tumbuh   di   rendengan   maupun   labuhan,   itulah  sebabnya   cabai   dapat ditemukan  kapan  pun  di  pasar  atau  di swalayan.  

Penanaman  cabai  pada musim hujan mengandung resiko. Penyebabnya adalah tanaman cabai tidak tahan terhadap hujan lebat yang terus menerus. Selain itu, genangan air pada daerah penanaman bisa mengakibatkan kerontokan daun dan terserang penyakit akar. Pukulan air hujan juga bisa menyebabkan bunga dan bakal buah berguguran. Sementara itu, kelembapan udara yang tinggi meningkatkan penyebaran dan perkembangan hama serta penyakit tanaman.

Dengan berkembangnya ilmu bioteknologi di bidang pemuliaan tanaman, para breeder berusaha merekayasa gen cabai biasa menjadi cabai unggul. Pada dasarnya, tujuan umum pemuliaan cabai adalah mendapatkan kultivar yang lebih baik dari kultivar yang sudah ada. Tipe cabai unggul yang diinginkan adalah memiliki karakter masa pembungaan dan pembentukan buahnya   cepat   (umur   panen   genjah),   produktivitasnya   tinggi,   daya adaptasinya luas atau spesifik untuk daerah marginal tertentu (kering rawa, pantai, gambut/asam), serta tahan terhadap hama penyakit.

Tidak hanya untuk memenuhi hasil secara kuantitas, perakitan cabai unggul juga ditekankan pada kualitas hasil sesuai preferensi konsumen. Para konsumen menginginkan karakter cabai antara lain tingkat kepedasan sesuai kebutuhan, penampilan buah yang baik, mulus, dan warna yang terang, serta bebas dari penyakit seperti antraknosa. Untuk industri pangan, seperti saus dan pasta, sifat- sifat cabai yang diinginkan adalah mempunyai tingkat kepedasan tinggi, warna merah terang, dan buahnya harus tersedia sepanjang waktu untuk memenuhi kebutuhan industri (kontinuitas terjaga).

Salah satu tujuan pengembangan cabai adalah untuk meningkatkan produktivitas tanaman cabai. Peningkatan produktivitas tanaman cabai dilakukan untuk memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat dan efisiensi  penggunaan  lahan.  Artinya,  diharapkan  di  lahan  yang  semakin sempit sekalipun tanaman cabai dapat berproduksi tinggi. Dengan demikian, para petani yang memiliki lahan sempit (100-200 m2) dapat menanam cabai dan memetik hasil yang tinggi. Begitu pula dengan orang- orang yang ingin memanfaatkan halaman rumahnya untuk berbisnis cabaiTanaman cabai (Capsicum annum L) berasal dari dunia tropika dan subtropika Benua Amerika, khususnya Colombia, Amerika Selatan, dan terus menyebar ke Amerika Latin. Bukti budidaya cabai pertama kali ditemukan dalam tapak galian sejarah Peru dan sisaan biji yang telah berumur lebih dari 5000 tahun SM didalam gua di Tehuacan, Meksiko. 

Penyebaran cabai ke seluruh dunia termasuk negara-negara di Asia, seperti Indonesia dilakukan oleh pedagang Spanyol dan Portugis.
Cabai merupakan tanaman perdu dari famili terong-terongan yang memiliki nama ilmiah Capsicum sp. Cabai berasal dari benua Amerika tepatnya daerah Peru dan menyebar ke negara-negara benua Amerika, Eropa dan Asia termasuk Negara Indonesia. Cabai mengandung kapsaisin, dihidrokapsaisin, vitamin (A, C), damar, zat warna kapsantin, karoten, kapsarubin, zeasantin, kriptosantin, clan lutein. 

Lihat Juga Video Prospek Cerah Budidaya Cabai Merah di bawah ini :



Selain itu, juga mengandung mineral,  seperti  zat  besi,  kalium,  kalsium,  fosfor,  dan  niasin.  Zat  aktif kapsaisin berkhasiat sebagai stimulan. Jika seseorang mengonsumsi kapsaisin terlalu banyak akan mengakibatkan rasa terbakar di mulut dan keluarnya air mata. Selain kapsaisin, cabai juga mengandung kapsisidin. Khasiatnya untuk memperlancar   sekresi   asam  lambung   dan   mencegah   infeksi   sistem pencernaan. Unsur lain di dalam cabai adalah kapsikol yang dimanfaatkan untuk mengurangi pegal-pegal, sakit gigi, sesak nafas, dan gatal-gatal.

Menurut klasifikasi dalam tata nama (sistem tumbuhan) tanaman cabai termasuk kedalam :

Divisi        : Spermatophyta
Sub divisi  : Angiospermae
Kelas        : Dicotyledoneae
Ordo         : Solanales
Famili : Solanaceae
Genus : Capsicum
Spesies : Capsicum annum L

Cabai atau lombok  termasuk dalam suku terong-terongan (Solanaceae) dan merupakan tanaman yang mudah ditanam di dataran rendah ataupun di dataran tinggi. Tanaman cabai banyak mengandung vitamin A dan vitamin C serta mengandung minyak atsiri capsaicin, yang menyebabkan rasa pedas dan memberikan kehangatan panas bila digunakan untuk rempah- rempah (bumbu dapur). Cabai dapat ditanam dengan mudah sehingga bisa dipakai  untuk  kebutuhan  sehari-hari  tanpa  harus  membelinya  di  pasar.

Seperti tanaman yang lainnya, tanaman cabai mempunyai bagian-bagian tanaman seperti akar, batang, daun, bunga, buah dan biji.

Akar
Cabai adalah tanaman semusim yang berbentuk perdu dengan perakaran akar tunggang. Sistem perakaran tanaman cabai agak menyebar, panjangnya berkisar 25-35   cm. Akar ini berfungsi antara lain menyerap air dan zat makanan dari dalam tanah, serta menguatkan berdirinya batang tanaman.    

Akar tanaman cabai tumbuh tegak lurus ke dalam tanah, berfungsi sebagai penegak pohon  yang memiliki kedalaman ± 200 cm serta berwarna coklat. Dari akar tunggang tumbuh akar- akar cabang, akar cabang tumbuh horisontal didalam tanah, dari akar cabang tumbuh akar serabut yang berbentuk kecil- kecil dan membentuk masa yang rapat.

Batang
Batang utama cabai menurut (Hewindati, 2006) tegak dan pangkalnya berkayu dengan panjang 20-28 cm dengan diameter 1,5-2,5 cm. Batang percabangan berwarna hijau dengan panjang mencapai 5-7 cm, diameter batang percabangan mencapai 0,5-1 cm. Percabangan bersifat dikotomi atau menggarpu, tumbuhnya  cabang beraturan secara berkesinambungan.  

Batang cabai memiliki  Batang berkayu, berbuku-buku, percabangan lebar, penampang bersegi,   batang   muda   berambut   halus   berwarna   hijau.  

Tanaman cabai berbatang tegak  yang bentuknya bulat. Tanaman cabai dapat tumbuh setinggi 50-150 cm, merupakan tanaman perdu yang warna batangnya hijau dan beruas-ruas yang dibatasi dengan buku-buku yang panjang tiap ruas 5-10 cm dengan diameter data 5-2 cm.

Daun
Daun cabai menurut (Dermawan, 2010) berbentuk hati , lonjong, atau agak bulat telur dengan posisi berselang-seling. 

Daun cabai berbentuk memanjang oval dengan ujung meruncing   atau  diistilahkan   dengan   oblongus   acutus,   tulang   daun berbentuk menyirip dilengkapi urat daun. Bagian permukaan daun bagian atas berwarna hijau tua, sedangkan bagian permukaan bawah berwarna hijau muda atau hijau terang. 

Panjang daun berkisar 9-15 cm dengan lebar 3,5-5 cm. Selain itu daun cabai merupakan Daun tunggal, bertangkai (panjangnya 0,5-2,5  cm), letak  tersebar. Helaian  daun  bentuknya bulat telur sampai elips, ujung runcing, pangkal meruncing, tepi rata, petulangan menyirip, panjang 1,5-12 cm, lebar 1-5 cm, berwarna hijau.

Bunga
Bunga tanaman cabai berbentuk terompet kecil, umumnya bunga cabai berwarna putih, tetapi ada juga yang berwarna ungu. Cabai berbunga sempurna dengan benang sari yang lepas tidak berlekatan. Disebut berbunga sempurna karena terdiri atas tangkai bunga, dasar bunga, kelopak bunga, mahkota bunga, alat kelamin jantan dan alat kelamin betina. Bunga cabai disebut juga berkelamin dua atau hermaphrodite karena alat kelamin jantan dan betina dalam satu bunga.

Bunga  cabai  merupakan  bunga tunggal,  berbentuk  bintang,  berwarna  putih,  keluar  dari  ketiak  daun dan posisi bunga cabai menggantung. 

Warna mahkota putih, memiliki kuping sebanyak 5-6 helai, panjangnya 1- 1,5 cm, lebar 0,5 cm, warna kepala putik kuning.

Buah dan Biji
Buah   cabai   berbentuk kerucut memanjang, lurus atau bengkok, meruncing pada bagian ujungnya,  menggantung,  permukaan licin mengkilap, diameter 1-2  cm, panjang 4-17 cm, bertangkai pendek, rasanya pedas. Buah muda berwarna hijau tua, setelah masak menjadi merah cerah. Sedangkan untuk bijinya biji yang masih muda berwarna kuning, setelah tua menjadi cokelat, berbentuk  pipih,  berdiameter sekitar  4  mm.  Rasa buahnya  yang pedas dapat mengeluarkan air mata orang yang menciumnya, tetapi orang tetap membutuhkannya untuk menambah nafsu makan.

Jenis-Jenis Tanaman Cabai
Cabai   (Capsicum   Annum   var   longum)   merupakan   salah   satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia. Cabai merupakan tanaman perdu dari famili terong-terongan Karena buahnya selain dijadikan sayuran atau bumbu masak juga mempunyai kapasitas menaikkan pendapatan petani, sebagai bahan baku industri, memiliki peluang eksport, membuka kesempatan kerja serta sebagai sumber vitamin C. Cabai mengandung kapsaisin, dihidrokapsaisin, vitamin (A, C), damar, zat warna kapsantin, karoten, kapsarubin, zeasantin, kriptosantin, clan lutein. 

Selain itu, juga  mengandung  mineral,  seperti  zat  besi,  kalium,  kalsium,  fosfor,  dan niasin. Zat aktif kapsaisin berkhasiat sebagai stimulan.

Jenis-jenis tanaman cabai antara lain:

1. Cabai Besar (Capsicum annum L)
Buah cabai besar berukuran panjang berkisar 6-10 cm, diameter 0,7-1,3 cm. Cabai besar di Indonesia dibagi menjadi dua kelompok yaitu cabai merah besar dan cabai merah keriting. Permukaan buah cabai merah besar halus dan mengkilat serta mempunyai rasa pedas. Sedangkan cabai merah keriting bentuknya lebih ramping dengan cita rasa sangat pedas. 

Cabai besar dapat tumbuh subur di dataran rendah sampai dataran tinggi. Cabai merah memiliki ciri- ciri antara lain:
- Bentuk buah besar, panjang dan meruncing
- Buah yang muda berwarna hijau, sedangkan buah yang tua berwarna merah
- Kulit buah agak tipis
- Banyak terdapat biji dan rasanya agak pedas

2. Cabai Kecil atau Cabai Rawit (Capsicum frutescens)
Buah cabai rawit berukuran panjang berkisar 2-3,5 cm dengan diameter  0,4-0,7  cm.  Cita  rasa  cabai  rawit  biasanya  sangat  pedas, walaupun ada yang tidak pedas. Variasi warna cabai rawit dari kuning, oranye, dan merah. Tanaman cabai rawit berbuah sepanjang tahun, tahan hujan dan dapat tumbuh di dataran rendah sampai tinggi. Varietas cabai rawit juga dinamakan berdasarkan asal cabai diperoleh.

3. Cabai Hibrida
Buah cabai hibrida dapat dikelompokkan kedalam kelompok cabai besar. Cabai ini diperoleh dari persilangan benih-benih bibit yang diseleksi dengan metode pemuliaan yang modern. Keunggulan cabai hibrida tampak dari kemampuan produksi, keseragaman tumbuh, dan ketahanan terhadap gangguan penyakit. 

Cabai hibrida yang cukup dikenal tetapi tidak banyak dibudidayakan karena tidak tahan di lahan terbuka adalah paprika yang umum disebut sweet papper (cabai manis) dengan bentuk yang agak memendek dan mengembung.

4. Cabai Hias (Capsicum spp)
Sebagian merupakan tanaman penghias halaman atau ruang depan, tanaman cabai hias ini berbentuk buah menarik. Walaupun menarik, tetapi tidak dikonsumsi oleh manusia.

Syarat Tumbuh Tanaman Cabai
Syarat tumbuh tanaman cabai dalam budi daya tanaman cabai adalah sebagai berikut : 

1. Iklim

Suhu  berpengaruh  pada  pertumbuhan  tanaman,  demikian  juga terhadap tanaman cabai. Suhu  yang ideal untuk budidaya cabai adalah 24-280  C. Pada suhu tertentu seperti 150  C dan lebih dari 320  C akan menghasilkan buah cabai yang kurang baik. Pertumbuhan akan terhambat jika suhu harian di areal budidaya terlalu dingin. 

Tanaman cabai dapat tumbuh pada musim kemarau apabila dengan pengairan yang cukup dan teratur. Iklim yang dikehendaki untuk pertumbuhannya antara lain:

a.  Sinar Matahari
Penyinaran yang dibutuhkan adalah penyinaran secara penuh, bila penyinaran tidak penuh pertumbuhan tanaman tidak akan normal.

b. Curah Hujan
Walaupun tanaman cabai tumbuh baik di musim kemarau tetapi juga memerlukan pengairan yang cukup. Adapun curah hujan yang dikehendaki yaitu 800-2000 mm/tahun.

c. Suhu dan Kelembaban
Tinggi rendahnya suhu sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Adapun  suhu  yang  cocok  untuk  pertumbuhannya  adalah  siang  hari
210C-280C, malam hari 130C-160C, untuk kelembaban tanaman 80%.

d. Angin
Angin yang cocok untuk tanaman cabai adalah angin sepoi-sepoi, angin berfungsi menyediakan gas CO2 yang dibutuhkannya.

Ketinggian Tempat
Ketinggian tempat untuk penanaman cabai adalah adalah dibawah 1400 m dpl. Berarti cabai dapat ditanam pada dataran rendah sampai dataran tinggi (1400 m dpl). Di daerah dataran tinggi tanaman cabai dapat tumbuh, tetapi tidak mampu berproduksi secara maksimal

Tanah
Cabai sangat sesuai ditanam pada tanah  yang datar. Dapat juga ditanam pada lereng-lereng gunung atau bukit. Tetapi kelerengan lahan tanah untuk cabai adalah antara 0-100. Tanaman cabai juga dapat tumbuh dan beradaptasi dengan baik pada berbagai jenis tanah, mulai dari tanah berpasir hingga tanah liat.

Pertumbuhan tanaman cabai akan optimum jika ditanam pada tanah dengan pH 6-7. Tanah yang gembur, subur, dan banyak mengandung humus (bahan     organik) sangat disukai. Tanaman cabai dapat tum buh disegala macam tanah, akan tetapi tanah yang cocok adalah tanah yang mengandung unsur-unsur pokok yaitu unsur N dan K, tanaman cabai tidak suka dengan air yang menggenang.

Teknik Budi Daya Tanaman Cabai
1. Pengadaan Benih
Pengadaan  benih  dapat  dilakukan  dengan  cara  membuat  sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara menbeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik.

Keberhasilan   produksi   cabai   merah   sangat   dipengaruhi   oleh kualitas benih yang dapat dicerminkan oleh tingginya produksi, ketahanan terhadap hama dan penyakit serta tingkat adaptasi iklim. Biji benih lebih baik membeli dari distributor atau kios yang sudah dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan kemurnian    dandaya kecambahnya.

2. Pengolahan Tanah
Sebelum menanam cabai hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah,  gas-gas  yang  meracuni  akar  tanaman  dapat  teroksidasi,  dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya.

Untuk   tanaman   sayuran   dibutuhkan   tanah   yang   mempunyai syarat-syarat di bawah ini :
a. Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b. Di dalam tanah tidak boleh banyak batu.
c. Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh  mudah menjadi padat.
d. Dalam musim hujan, air harus mudah meresap  ke dalam tanah.  Ini berarti pembuangan air harus cukup baik.

Tujuan  pembuatan  bedengan  dalam  budi  daya  tanaman sayuran adalah :
a. Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan.
b. Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah.
c. Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan.
d. Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat.

3. Penanaman
a. Pada   penanaman   yang   benihnya   langsung   disebarkan   di   tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah :
b. Supaya   keadaan   tanah   tetap   lembab   dan   untuk   mempercepat berkecambahnya  benih,  sehari  sebelum  tanam,  tanah  harus  diairi terlebih dahulu.
c. Tanah  diaduk  (dihaluskan),  rumput-rumput  dihilangkan,  kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata.
d. Setelah  disebarkan,  benih  tersebut  ditutup  dengan tanah,  pasir,  atau pupuk kandang yang halus. 
e. Kemudian   disiram   sampai   merata,  dan   waktu   yang  baik   dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari.

Penanaman cabai dilakukan dengan teknik sebagai berikut:
a.  Cabai ditanam dengan pola segitiga, jarak tanamnya adalah 50-60 cm dari lubang satu ke lubang lainnya. Jarak antar barisan 60-70 cm dibudidaya secara monokultur tidak dicampur dengan tanaman lain.

b. Lubang  dibuat  dengan  kedalaman  8-10  cm,  dilakukan  dengan  cara menggali tanah dibagian mulsa yang telah dilubangi. Ukuran diameter lubang sesuai dengan diameter media polibag semai. Ukuran lubang mulsa lebih lebar sedikit daripada lubang tanam.

c.  Polibag  dibuka  kemudian  media  bersama  tanaman  yang  tumbuh disemai, dipindahkan, bongkahan tanah media dipertahankan utuh tidak pecah,  kedalaman  pembuatan  bibit  sebatas  leher  akar  media  semai, tidak terlalu dalam terkubur.

Bibit cabai dipersemaian yang telah berumur 15–17 hari atau telah memiliki 3 atau 4 daun, siap dipindah tanam pada lahan. Semprot bibit dengan  fungisida  dan  insektisida  1–3  hari  sebelum  dipindahtanamkan untuk mencegah serangan penyakit jamur dan hama sesaat setelah pindah tanam.  Penanaman  sebaiknya  dilakukan  pada  sore  hari  atau  pada  saat cuaca tidak terlalu panas, dengan cara merobek kantong semai dan diusahakan  media  tidak  pecah  dan  langsung  dimasukkan  pada  lubang tanam.

4. Pemeliharaan Tanaman
Tanaman  cabai  yang  telah  ditanam harus selalu dipelihara dengan teknik sebagai berikut:
a.  Bibit atau tanaman yang mati harus disulam atau diganti dengan sisa bibit yang ada. Penyulaman dilakukan pagi atau sore hari, sebaiknya minggu pertama dan minggu kedua setelah tanam. 

b. Semua  jenis  tumbuhan  pengganggu  (gulma)  disingkirkan  dari  lahan bedengan tanah yang tidak tertutup mulsa. Tanah yang terkikis air atau longsor dari bedeng dinaikkan kembali, dilakukan pembubunan (penimbunan kembali).

c.  Pemangkasan atau pemotongan tunas-tunas yang tidak diperlukan dapat dilakukan sekitar 17-21 HST di dataran rendah atau sedang, 25-30 HST di dataran tinggi. Tunas tersebut adalah tumbuh diketiak daun, tunas bunga pertama atau bunga kedua (pada dataran tinggi sampai bunga ketiga) dan daun-daun yang telah tua kira-kira 75 HST.

d. Pemupukan  diberikan  10-14  hari  sekali.  Pupuk  daun  yang  sesuai misalnya Complesal special tonic. Untuk bunga dan buah dapat diberikan pupuk kemiral red pada umur 35 HST.

e.  Pemupukan dapat juga melalui akar. Campuran 24, urea, TSP, KCL dengan perbandingan 1:1:1:1 dengan dosis 10 gr/tanaman. Pemupukan dilakukan dengan cara ditugal atau dicukil tanah diantara dua tanaman dalam satu baris. Pemupukan cara ini dilaksanakan pada umur 50-65 HST dan pada umur 90-115 HST.

f.  Kegiatan pengairan atau penyiraman dilakukan pada saat musim kering.
Penyiraman  dengan  kocoran  diterapakn  jika  tanaman  sudah  kuat. Sistem terbaik dengan melakukan penggenangan dua minggu sekali sehingga air dapat meresap ke perakaran.

g. Penyemprotan  tanaman  cabai  sebaiknya  dikerjakan  dalam  satu  hari yakni pada pagi hari jika belum selesai dilanjutkan pada sore hari.

h. Pertumbuhan tanaman cabai perlu ditopang dengan ajir. Ajir dipasang 4 cm  dibatas  terluar  tajuk  tanaman.  Ajir  dipasang  pada  saat  tanaman mulai berdaun atau maksimal 1 bulan setelah penanaman. Ajir bambu biasanya dipasang tegak atau miring.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit
Salah satu faktor penghambat peningkatan produksi cabai adalah adanya serangan hama dan penyakit yang  fatal.  Kehilangan  hasil  produksi  cabai  karena  serangan  penyakit busuk buah (Colletotrichum spp), bercak daun (Cerospora sp) dan cendawan tepung (Oidium sp) berkisar 5-30%. Strategi pengendalian hama dan  penyakit  pada  tanaman  cabai  dianjurkan  penerapan  pengendalian secara terpadu. 

Beberapa hama yang paling sering menyerang dan mengakibatkan kerugian yang besar pada produksi cabai sebagai berikut:
a.  Ulat Grayak (Spodoptera litura)
Hama ulat grayak merusak pada musim kemarau dengan cara memakan daun mulai dari bagian tepi hingga bagian atas maupun bagian bawah daun  cabai.  

Serangan  ini  menyebabkan  daun-daun  berlubang  secara tidak beraturan sehingga proses fotosintesis terhambat. Ulat grayak terkadang  memakan  daun  cabai  hingga  menyisakan  tulang  daunnya saja. Otomatis produksi buah cabai menurun.

b. Kutu Daun (Myzus persicae Sulz)
Hama  ini  menyerang  tanaman  cabai  dengan  cara  menghisap  cairan daun,  pucuk,  tangkai  bunga,  dan  bagian tanaman lainnya.  Serangan berat menyebabkan daun-daun melengkung, keriting, belang-belang kekuningan (klorosis) dan akhirnya rontok sehingga produksi cabai menurun.

c.  Lalat Buah (Bactrocera dorsalis)
Lalat buah menyerang buah cabai dengan cara meletakkan telurnya didalam buah cabai. Telur tersebut akan menetas menjadi ulat (larva). Ulat inilah yang merusak buah cabai.

d. Trips (Thrips sp)
Hama trips menyerang hebat pada musim kemarau dengan memperlihatkan gejala serangan strip-strip pada daun dan berwarna keperakan.  Serangan  yang berat  dapat  mengakibatkan  matinya daun (kering). Trips  ini  kadang-kadang berperan  sebagai  penular (vektor) penyakit virus.

Selain  hama,  musuh  tanaman  cabai adalah penyakit yang umumnya disebabkan oleh jamur /cendawan ataupun bakteri. Setidaknya ada enam penyakit yang kerap menyerang tanaman cabai yaitu:

a.  Bercak Daun (Cercospora capsici heald et walf)
Cendawan  ini  merusak  daun  dan  menyebabkan  timbul  bercak  bulat kecil kebasahan. Dikendalikan dengan pembersihan daun yang terkena, disemprot fungisida tembaga misal vitagram blue 5-10 gram/liter.

b. Busuk Phytoptora (Phytoptora capsici Leonian)
Cendawan ini hidup di batang tanaman, menyebabkan busuk batang dengan  warna   cokelat   hitam.   Dikendalikan   dengan   manual   atau fungisida sanitasi lingkungan.

c.  Antraknosa/Patek
Cendawan ini hidup didalam biji cabai. Menyebabkan bercak hitam yang meluas dan menyebabkan kebusukan. Dikendalikan dengan menanam benih bebas patogen, cabai yang terkena dibuang/ dimusnahkan, pemberian fungisida Derasol 60 WP dicampur dengan Dithane M-45 dengan komposisi 1:5 dan dosis 2,5 gram/liter.

d. Layu Bakteri (Pseudomonas solanacearum (E.F) Sm)
Bakteri ini hidup didalam jaringan batang, menyebabkan pemucatan tulang daun sebelah atas, tangkai menunduk. Dikendalikan dengan mengkondisikan  bedengan  selalu  kering  atau  pencelupan  bibit  ke larutan bakterisida misal Agrymicin 1,2 gram/liter.

e.  Layu Fusarium (Fusarium oxysporium F. sp. Capsici schlecht) Cendawan ini hidup di tanah masam, menyebabkan pemucatan atau layu tulang daun sebelah atas, tangkai menunduk. Dikendalikan dengan pengupasan, pencelupan biji pada fungisida dan pergiliran tanaman.

f.  Rebah  Semai  (Phytium  debarianum  Hesse  dan  Rhizoctonia  soloni
Kuhu)
Menyebabkan bibit tidak berkecambah dan  rebah lalu mati. Dikendalikan dengan pembenaman bibit dengan furadan. Media semai diberikan Basamid G, lalu disemprot fungisida (Vitagram Blue 0,5-1,0 gram/liter diselingi Previcur N 1,0-1,5 ml/liter). 

Panen dan Pasca Panen
Pemanenan tanaman cabai adalah  pada saat tanaman cabai berumur 75 – 85 hst yang ditandai dengan buahnya yang padat dan warna merah menyala, buah cabai siap dilakukan pemanenan   pertama.   Umur   panen   cabai   tergantung   varietas   yang digunakan, lokasi penanaman dan kombinasi pemupukan yang digunakan serta kesehatan tanaman. Tanaman cabai dapat dipanen setiap 2 – 5 hari sekali tergantung dari luas penanaman dan kondisi pasar.

Pemanenan   dilakukan   dengan   cara   memetik   buah   beserta tangkainya yang bertujuan agar cabai dapat disimpan lebih lama. Buah cabai yang rusak akibat hama atau penyakit harus tetap di panen agar tidak menjadi sumber penyakit bagi tanaman cabai sehat. Pisahkan buah cabai yang rusak dari buah cabai yang sehat. Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari karena bobot buah dalam keadaan optimal akibat penimbunan zat pada malam hari dan belum terjadi penguapan.

Penanganan pasca panen tanaman cabai adalah hasil panen yang telah dipisahkan antara cabai yang sehat dan yang  rusak, selanjutnya  dikumpulkan di  tempat  yang sejuk  atau teduh sehingga cabai tetap segar .Untuk mendapatkan harga yang lebih baik, hasil panen dikelompokkan berdasarkan standar kualitas permintaan pasar seperti untuk supermarket, pasar lokal maupun pasar  eksport.

Setelah buah cabai dikelompokkan berdasarkan kelasnya, maka pengemasan perlu dilakukan untuk melindungi buah cabai dari kerusakan selama dalam pengangkutan. Kemasan dapat dibuat dari berbagai bahan dengan  memberikan  ventilasi.  Cabai  siap  didistribusikan  ke  konsumen yang membutuhkan cabai segar.

Dengan penerapan teknologi budidaya, penanganan pasca panen yang benar dan tepat serta penggunaan benih hibrida yang tahan hama penyakit dapat meningkatkan produksi cabai yang saat ini banyak dibutuhkan. Mereka dapat menanam cabai di dalam pot dan memanen hasil yang tinggi pula.
Share:

Pengikut