Tampilkan postingan dengan label Manggis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manggis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Agustus 2012

Kandungan Gizi Buah Manggis


Kulit buah manggis merupakan bagian buah manggis yang membungkus daging buah. Rasio bagian buah yang dikonsumsi dengan bagian buah yang dibuang, lebih tinggi bagian buah yang dibuang, dalam hal ini kulit buahnya yang mencapai 2/3 bagian buah atau 66,6%. Oleh
sebab itu diperlukan upaya untuk memanfaatkannya. Kendala dalam pemanfaatan kulit buah manggis adalah rasanya pahit. Rasa pahit pada kulit buah manggis tersebut ada kaitannya dengan kandungan tannin yang terdapat di dalam jaringan kulit buah manggis. Senyawa tannin
merupakan asam tannat, secara teoritis suatu senyawa yang bersifat asam dapat dinetralkan dengan larutan basa, yang akan membentuk garam tannat dan air.

Sifat larutan kapur tohor yang basa kuat diharapkan dapat mengikat asam tannat yang terkandung didalam kulit buah manggis. Dengan demikian rasa pahit yang terkandung dalam kulit buah manggis dapat dinetralisir. Kulit manggis menghasilkan warna merah keunguan, dan amat sulit dibersihkan. Karena mengandung tanin, resin, dan crystallizable mangostine (C20H22O5), yang mudah larut dalam alkohol atau ether, tidak larut dalam air. Kulit buah manggis mengandung xanthone sebagai antioksidan yang kuat, sangat dibutuhkan dalam tubuh sebagai penyeimbang prooxidant (reducing radicals, oxidizing radicals, carboncentered, sinar UV, metal, dll) yang ada di lingkungan manusia.

Manggis selain terkenal karena rasanya, ternyata mengandung banyak sekali nutrisi. Buah ini banyak mengandung serat dan karbohidrat, serta mengandung banyak sekali vitamin A, B2, B6 dan vitamin C dan berbagai mineral seperti zat besi, kalsium dan kalium. Kandungan stilbenes pada buah manggis juga sangat bermanfaat sebagai antifungi. Sebuah studi di Singapura menunjukkan bahwa sifat antioksidan pada buah manggis jauh lebih efektif dibandingkan dengan durian dan rambutan.
Share:

Manfaat Buah Manggis


Manggis merupakan tanaman budidaya di daerah tropis. Tumbuhan ini tumbuh subur pada kondisi dengan banyak mendapat sinar matahari, kelembaban tinggi, dan musim kering yang pendek (untuk menstimulasi perbungaan). Pada kondisi kering, diperlukan irigasi untuk menjaga kelembapan tanah. Tumbuhan ini ditanam hingga ketinggian 1000 m dpl (20-40°C) di daerah tropis, namun pertumbuhan maksimal berlangsung di daerah dataran rendah.

Manfaat tanaman manggis adalah sebagai berikut :
  1. Sebagai obat anti kanker (Suksamrarn et.al., 2006).
  2. Supplement untuk diet.
  3. Bahan pewarna.
  4. Rebusan kulit buah manggis mempunyai efek antidiare.
  5. Buah manggis muda memiliki efek speriniostatik dan spermisida.
  6. Dari hasil suatu penelitian dilaporkan bahwa Mangostin (1,3,6-trihidroksi-7-metoksi-2,8-bis(3metil-2-butenil)-9H-xanten-9-on) hasil isolasi dari kulit buah mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan.
  7. Dari hasil studi farmakologi dan biokimia dapat diketahui bahwa mangostin secara kompetitif menghambat tidak hanya reseptor histamin H, mediator kontraksi otot lunak tetapi juga epiramin yang membangun tempat reseptor H1, pada sel otot lunak secara utuh. Mangostin merupakan tipe baru dari histamin.
  8. Pemberian ekstrak daun muda terhadap mencit bunting dengan dosis 500, 1000, 1500 mg/kg BB, menunjukkan efek pada fetus berupa penurunan berat badan, terjadinya perdarahan pada fetus, dan adanya perubahan jaringan hati fetus seperti nekrosis pada sel hepar, tetapi tidak terjadi kelainan perkembangan dan aborsi. Ekstrak daun manggis dengan berbagai dosis dapat mengurangi jumlah sel spermatid, terjadi penambahan jumlah spermatozoa abnormal, dan lambatnya gerak maju spermatozoa mencit.
  9. Di masyarakat, buah digunakan untuk mengobati diare, radang amandel, keputihan, disentri, wasir, borok; di samping itu digunakan sebagai peluruh dahak, dan juga untuk sakit gigi. Kulit buah digunakan untuk mengobati sariawan, disentri, nyeri urat, sembelit. Kulit batang digunakan untuk mengatasi nyeri perut. Akar untuk mengatasi haid yang tidak teratur (Tanaman Obat Indonesia, 2005).
  10. Batang pohon manggis dipakai sebagai bahan bangunan, kayu bakar/ kerajinan.
  11. Kulit buah manggis yang kaya Tanin, seringkali diambil ekstraknya dan dapat digunakan sebagai obat untuk mengatasi masalah pencernaan, dan dalam bentuk salep.
  12. Kulit manggis juga berkhasiat untuk membuang asam ureat di dalam tubuh yang berguna bagi penderita reumatik/gout.
  13. Pohon manggis yang memiliki perakaran kuat juga baik ditanam untuk pemulihan kembali areal kritis.
Share:

Budidaya Manggis


Menurut asalnya, manggis (Garcinia mangostana) merupakan buah asli daerah Asia Tenggara, tepatnya Semenanjung Malaya. Kini daerah tumbuhnya sudah tersebar sampai ke beberapa negara tropis, di antaranya Myanmar, Indocina, Indonesia, Filipina, dan Thailand. Di Indonesia, buah yang dijuluki “si hitam manis” ini, keberadaannya tergolong langka. Di daerah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan pohon manggis didapati tumbuh di hutanhutan dan belum dimanfaatkan secara ekonomis. Padahal, masyarakat banyak menyukai buah eksotis yang mempunyai rasa enak, yaitu campuran antara rasa manis, asam, dan agak sepat. Rasa buahnya ini pulalah yang menjerat lidah warga asing sehingga menggemari buah tropis ini. Tinggi pohon manggis dapat mencapai 15 m dengan tajuk rimbun. Pertumbuhan pohon ini termasuk lamban. Batangnya berkulit cokelat dan bergetah. Daunnya berukuran relatif besar (antara 25×10 cm), berbentuk oval, liat, dan berwarna hijau. Tanaman ini berumah dua, bunga jantan dan betinanya dihasilkan oleh tanaman yang berbeda. Akan tetapi, bunga jantannya tidak berfungsi sebab mengalami rudimenter, yaitu mengecil dan mengering. Oleh karenaitu, buah manggis selalu dihasilkan dari bunga betina yang berwarna merah muda secara apomiksis (tanpa proses penyerbukan). Hal ini pulalah yang menjadi salah satu kendala dalam usaha perbaikan varietas melalui penyilangan. Buah manggis berbentuk bulat dengan kulit tebal, lumk, dan bergetah kuning. Pada waktu masih muda kulit buahnya berwarna hijau, setelah tua berubah menjadi merah tua sampai ungu kehitaman. Daging buahnya tersusun dalam beberapa segmen atau juring, berwarna putih bersih, Ian rasanya manis segar sedikit asam. Jumlah juringnya biasaqya dapat diperkirakan dari jumlah “celah” yang terdapat pnda ujung buah. Biasanya dalam sebutir buah terdiri dari 7 juring. Bijinya berukuran kecil, berwarna kecokelatan, dan biasanya berjumlah I-2 dalam setiap buah. Dibandingkan jenis tanaman buah lainnya, tanaman manggis relatif lebih membutuhkan kondisi yang spesifik.

Manfaat

Kayu pohon manggis tidak bisa digunakan sebagai bangunan. Namun, kulit kayunya dapat digunakan untuk ramuan obat tradisional penyalut perut. Kulit buah mengandung zat kimia yang bersifat antibiotik (xanthonin) dan dapat pula digunakan sebagai bahan membuat cat antikarat (cat berwarna hitam yang tahan cuci). Tumbukan kulit buah manggis bila dioleskan pada tangkai manggar (seludang) yang akan disadap dapat merangsang keluarnya cairan nira lebih banyak pada penyadapan kelapa. Daging buah merupakan buah meja yang lezat dan segar.

Syarat Tumbuh

Tumbuh baik di dataran rendah sampai dengan ketinggian 600 m di atas permukaan laat dan suhu antara 22-32° C. Daerah dengan curah hujan tinggi, antara 1.500-2.500 mm, dan merata sepanjang tahun merupakan tempat tumbuh yang disukainya. Tanaman buah ini tumbuh baik pada jenis tanah yang subur, gembur, aerasi dan drainasenya baik, serta mengandung pasir (misalnya tanah latosol). Selain itu, tanaman ini lebih menyukai tempat tempat yang teduh dan agak terlindung.

Pedoman Budidaya

Perbanyakan tanaman: Tanaman yang diperbanyak dengan biji umumnya mulai berbuah pada umur sekitar 8-15 tahun. Perbanyakan yang dianjurkan dengan cara enten (sambung pucuk) dan penyusuan (perbanyakan vegetatif). Sebagai batang bawah digunakan semai biji manggis yang telah berumur 1-2 tahun. Sementara batang atas menggunakan pucuk tunas samping (cabang sekunder atau tersier) yang daunnya mulai menua. Bibit vegetatif mulai berbuah pada umur 5-6 tahun. Perbanyakan dengan okulasi dan cangkok tidak dianjurkan karena tingkat keberhasilannya sangat kecil dan hasilnya rendah sekali. Sementara perbanyakan dengan kultur j aringan dari potongan biji mempunyai harapan baik. Namun, kendala dalam pembuatan bibit kultur jaringan/kultur belahan biji adalah akarnya sulit tumbuh. Pertumbuhan akar dapat didorong dengan menanam tunas yang telah terbentuk dalam media pasir steril pada suhu 20-25° C. Bibit sambungan manggis yang menggunakan entres dari cabang tersier akan tumbuh rcondong dan tidak tegak sehingga tanaman yang terbentuk tampak tidak menarik. Selain itu, pertumbuhannya pun sangat lambat. Budi daya tanaman Bibit ditanam menjelang musim hujan pada lubang ukuran 60 cm x 60 cm x 50 cm. Pupuk yang digunakan berupa pupuk kandang sebanyak 20 kg/lubang. Bibit yang tumbuh condong perlu diberi tongkat penegak. Sementara bibit yang baru dipindahkan perlu daberi naungan dari daun kelapa atau jerami selama panas terik. Dosis pupuk buatan tiap aplikasi sebanyak 60 g urea + 50 g SP-36 + 25 g KCl per pohon.

Pemeliharaan

Pupuk diberikan empat kali dengan selang tiga bulan sekali pada tahun pertama hingga ke lima. Selanjutnya dosis pupuk buatan dapat ditingkatkan hingga empat kali lipat. Pemberian pupuk N, P, dan K untuk mendorong pertumbuhan tanaman manggis tidak berpengaruh. Penaungan tanaman muda lebih diutamakan. Penaungan dapat dilakukan dengan menanam orok-orok (Crotalaria sp.) di sekeliling lubang tanaman manggis atau dengan atap alang-alang hingga 50% selama tanaman manggis belum berbuah. Penggunaan pupuk zeolit perlu dipertimbangkan untuk merangsang tumbuhnya akar samping.

Hama dan Penyakit

Hama yang sering muncul adalah ulat berbulu. trlat ini menyerang daun yang masih muda. Serangga pengisap Helopelthis antonit sering menusuk buah yang masih muda sehingga menyebabkan getah kuning ke luar dari kulit buah dan bagian dalam buah. Penyakit yang biasa timbul adalah hawar daun (daun kering kecokelatan) yang disebabkan oleh cendawan Pellicularia koleroga. Selain itu, kanker batang yang disebabkan oleh cendawan Zignoela garcinae dapat menyebabkan batang pohon berbenjol-benjol. Semprotan insektisida Bayrusil 0,2% dapat mencegah serangan ulat dan serangga pengisap. Namun, penyakit cendawan sulit diberantas. Hingga kini tanaman manggis tidak pernah disemprot dengan insektisida/fungisida. Hal ini dikarenakan bila disemprot sering ditemukan di daging dan di bawah kulit buah ditemukan getah kuning atau putih. Buah seperti ini tidak enak dimakan karena mengeras. Pemberian pestisida sistemik melalui infus lebih dianjurkan.

Panen dan Pasca Panen

Buah manggis dipetik setelah berwarna merah kehitaman, kira-kira berumur 12o hari setelah bunga mekar. Bunga akan mekar (anthesis) setelah 25 hari sejak muncul bunga (kuncup). Buah harus dipanen satu per satu dengan memotong tangkai karena matangnya buah tidak bersamaan. Manggis yang telah dipanen harus diangkut hati-hati, tidak boleh jatuh atau berbenturan karena dapat menimbulkan memar dan warna cokelat pada buah. Buah dipilah. Buah yang kotor oleh getah kuning atau buah berukuran kecil disingkirkan.

Share:

Pengikut