Senin, 09 November 2020

Panduan Lengkap Budidaya Kumis Kucing

Kumis  kucing  merupakan  tanaman  obat  berupa  tumbuhan  berbatang  basah yang  tegak. Tanaman  ini  dikenal  dengan  berbagai  istilah  seperti:  kidney  tea plants/java  tea  (Inggris), giri-giri  marah  (Sumatera),  remujung  (Jawa  Tengah dan  Jawa  Timur)  dan  songot koneng (Madura).   Tanaman   Kumis  kucing berasal  dari  wilayah  Afrika  tropis,  kemudian  menyebar ke  wilayah  Asia  dan Australia.




 

Nama  daerah:  Kumis  kucing  (Melayu  –  Sumatra),  kumis  kucing  (Sunda), remujung(Jawa), se-salaseyan, songkot koceng (Madura).

Tanaman  terna  yang  tumbuh  tegak,  pada  buku-bukunya  berakar  tetapi tidak tampak   nyata,   tinggi tanaman   sampai   2m.  Batang   bersegi   empat   agak beralur.  Helai  daun  berbentuk  bundar  telur  lonjong,  lanset,  lancip  atau  tumpul pada bagian ujungnya,ukuran daun panjang 1 – 10cm dan lebarnya 7.5mm-1.5cm, urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis ataugundul, dimana kedua permukaan  berbintik-bintik   karena   adanya   kelenjar   yang   jumlahnya   sangat banyak, panjang tangkai daun 7  – 29cm. Kelopakbunga berkelenjar, urat dan pangkal  berbulu  pendek  dan  jara ng  sedangkan  di bagian  yang  paling  atas gundul.   Bunga   bibir,   mahkota   berwarna   ungu   pucat   atau   putih,  dengan ukuran  panjang  13  –  27mm,  di  bagian  atas  ditutupi  oleh  bulu  pendek  yang berwarna  ungu atau  putih,  panjang  tabung  10  –  18mm,  panjang  bibir  4.5 –

10mm,  helai bunga  tumpul,  bundar.  Benang  sari ukurannya  lebih panjang  dari tabung  bunga  dan  melebihi  bibir  bunga  bagian  atas.  Buah  geluk  berwarna coklat gelap, panjang 1.75 – 2mm.

Daun  kumis  kucing  basah  maupun  kering  digunakan  sebagai  bahan  obat- obatan. Di Indonesia daun yang kering dipakai (simplisia) sebagai obat yang memperlancar   pengeluaran   air   kemih   (diuretik)  sedangkan   di  India   untuk mengobati   rematik.   Masyarakat   menggunakan   kumis   kucing   sebagai  obat tradisional   sebagai   upaya   penyembuhan   batuk   encok,   masuk   angin   dan sembelit. Disamping  itu  daun  tanaman  ini  juga  bermanfaat  untu  pengobatan radang ginjal, batu ginjal, kencing manis, albuminuria, dan penyakit syphilis.

Untuk Panduan Lengkap Budidaya Kumis Kucing silahkan download lewat tombol di bawah ini.


Share:

Minggu, 08 November 2020

Panduan Lengkap Budidaya Kunyit

Kunyit   merupakan   tanaman   obat   berupa   semak   dan   bersifat   tahunan (perenial)  yang tersebar di  seluruh  daerah  tropis.  Tanaman  kunyit  tumbuh subur  dan  liar  disekitar  hutan/bekas   kebun. Diperkirakan   berasal  dari  Binar pada  ketinggian  1300-1600  m  dpl,  ada  juga  yang  mengatakan bahwa  kunyit berasal  dari  India.  Kata  Curcuma  berasal  dari  bahasa  Arab  Kurkum dan Yunani Karkom.  Pada  tahun  77-78  SM,  Dioscorides  menyebut  tanaman  ini sebagai   Cyperus   menyerupai  jahe,  tetapi  pahit,  kelat,  dan  sedikit  pedas, tetapi   tidak   beracun.   Tanaman   ini  banyak  dibudidayakan   di  Asia   Selatan khususnyadi India, Cina Selatan, Taiwan, Indonesia (Jawa), dan Filipina.




Tanaman   kunyit   tumbuh   bercabang   dengan   tinggi   40-100   cm.   Batang merupakan  batang semu,  tegak,  bulat,  membentuk  rimpang  dengan  warna hijau  kekuningan  dan  tersusun  dari  pelepah daun  (agak  lunak).  Daun  tunggal, bentukbulat telur (lanset) memanjang  hingga 10-40 cm, lebar 8-12,5 cm dan pertulangan  menyirip  dengan  warna  hijau  pucat.  Berbunga  majemuk  yang berambut dan  bersisik  dari  pucuk  batang  semu,  panjang  10-15  cm  dengan mahkota  sekitar  3  cm  dan  lebar 1,5  cm,  berwarna  putih/kekuningan.  Ujung dan  pangkal  daun  runcing,  tepi  daun  yang  rata.  Kulit luar  rimpang  berwarna jingga kecoklatan, daging buah merah jingga kekuning-kuningan.

Di  daerah   Jawa,   kunyit   banyak   digunakan   sebagai  ramuan  jamu  karena berkhasiat     menyejukkan,     membersihkan,     mengeringkan,     menghilangkan gatal, dan menyembuhkan kesemutan.  Manfaat utama tanaman  kunyit, yaitu: sebagai   bahan  obat  tradisional,   bahan  baku industri   jamu  dan  kosmetik, bahan  bumbu  masak,  peternakan  dll.  Disamping  itu  rimpang tanaman kunyit itu   juga   bermanfaat   sebagai   anti   inflamasi,   anti   oksidan,   anti   mikroba, pencegah  kanker,   anti  tumor,   dan  menurunkan   kadar   lemak   darah   dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah.

Untuk Panduan Lengkap Budidaya Kunyit silahkan download lewat tombol di bawah ini.



Share:

Sabtu, 07 November 2020

Panduan Lengkap Budidaya Kedelai

Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Kedelai jenis liar  Glycine ururiencis, merupakan kedelai yang menurunkan berbagai kedelai yang kita kenal sekarang (Glycine max (L) Merril). Berasal dari daerah Manshukuo (Cina Utara). Di Indonesia, yang dibudidayakan mulai abad ke-17 sebagai tanaman makanan dan pupuk hijau. Penyebaran tanaman kedelai ke Indonesia berasal dari daerah Manshukuo menyebar ke daerah Mansyuria: Jepang (Asia Timur) dan ke negara-negara lain di Amerika dan Afrika.

Kacang kedelai yang diolah menjadi tepung kedelai secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 kelompok manfaat utama, yaitu: olahan dalam bentuk protein kedelai dan minyak  kedelai. Dalam  bentuk  protein  kedelai  dapat  digunakan  sebagai  bahan industri makanan yang diolah menjadi: susu, vetsin, kue-kue, permen dan daging nabati serta sebagai bahan industri bukan makanan seperti : kertas, cat cair, tinta cetakdan tekstil.



 

Sedangkan olahan dalam bentuk minyak kedelai digunakan sebagai bahan industri makanan dan non makanan. Industri makanan dari minyak kedelai yang digunakan sebagai   bahan   industri   makanan   berbentuk   gliserida   sebagai   bahan   untuk pembuatan minyak goreng, margarin dan bahan lemak lainnya. Sedangkan dalam bentuk lecithin dibuat antara lain: margarin, kue, tinta, kosmetika, insectisida dan farmasi.

Di salah satu negara bagian Amerika Serikat, terdapat areal pertumbuhan kedelai yang sangat luas sehingga menghasilkan 57 % produksi kedelai dunia. Di Indonesia, saat ini kedelai banyak ditanam di dataran rendah yang tidak banyak mengandung air, seperti dipesisir Utara Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Utara (Gorontalo), Lampung, Sumatera Selatan dan Bali.

Panduan Lengkap Budidaya Kedelai dapat di download lewat tombol di bawah ini.



Share:

Pengikut