Selasa, 25 Maret 2014

Teknik Perbanyakan Tanaman Melati

Perbanyakan tanaman melati yang lazim dilakukan oleh para petani adalah dengan cara setek, rundukan dan cangkokan. Dengan ketiga cara ini, bibit akan tumbuh dan berkembang menjadi tanaman baru yang sifatnya sama dengan induknya. Sementara itu, perbanyakan dengan cara okulasi dan entres masih belum banyak dilakukan.

Tanaman melati yang akan diperbanyak sebaiknya telah cukup besar dan mampu beradaptasi di lapangan sehingga tanaman induk tidak merana atau mati.


Beberapa teknik perbanyakan tanaman melati antara lain :

1. Cutting (cara stek)
Cara ini lebih banyak dilakukan pada jenis melati putih (J. Sambac). Media semai untuk batang setek dapat dibut dari campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1 serta harus dijaga kelembapannya.

Penyetekan dalam jumlah kecil dapat ditanam langsung pada polibag yang telah diisi media tanam, sedangkan bagi skala besar dapat ditanam dalam media yang terdapat dalam bak semai permanen.

2. Layering (cara rundukan)
Cara rundukan hampir sama prinsipnya dengan mencangkok pada jenis melati gambir. Caranya adalah cabang induk dilengkungkan ke dalam tanah, kemudian ditutup dengan tanah sedalam 10 cm – 15 cm. Bagian pucuknya dibiarkan muncul di atas permukaan tanah, karena akan menjadi tajuk tanaman baru.

3. Cara Cangkokan
Cara ini sebaiknya dilakukan pada musim hujan, sebab air hujan dapat mengganti air penyiraman. Cara mencangkok melati hampir sama dengan cara mencangkok tanaman yang lain.
Share:

Beberapa Nama Daerah Tanaman Melati

Penyebaran melati sangat luas, mulai dari daerah tropika sampai daerah sub tropika. Melati sangat populer di Asia Selatan, Asia Tenggara bahkan sampai ke lautan teduh, Amerika Laton, Benua Eropa dan jazirah Arab.

Melati masuk ke Indonesia berabad-abad yang lalu, diduga di bawa oleh orang-orang India. Di Indonesia melati memiliki beberapa nama daerah yang berbeda-beda. Di Madura melati dikenal dengan nama malate, Bali : menuh, Jawa : Menur, Aceh : meulu cina, meulu cut, Gayo dan Batak Karo: melur, Banda : menyuru, Menado : manduru, Ambon : manur, Minangkabau : Melati, Sunda : melati, Timor : manyora, Melayu : selupan, Bima dan Sumbawa : mundu.


Di luar negeri, melati memiliki nama berbeda. Misalnya, di Arab disebut yasmin, yasaman (Persia), sampagita (Filipina), Jasmine (Inggris), dan yeh-hsi-ming(Cina).

Itulah beberapa nama daerah untuk tanaman melati. Semoga bermanfaat bagi pembaca yang ingin mengenal tanaman melati.
Share:

Jumat, 21 Maret 2014

Berbagai Jenis Tanaman Melati

Tanaman melatimempunyai banyak sekali varian yang sudah dikenal oleh manusia sejak beberapa abad yang lalu. Maka tak heran kalau tanaman melati banyak sekali diminati dari berbagai negara di dunia. Tanaman ini dikelompokkan menjadi beberapa jenis antara lain.

1. Jasminum sambac W. Ait
Jenis ini disebut juga sebagai melati kampung atau melati putih, diduga berasal dari India. Di Eropa jenis ini disebut arabische jasmine. Orang Persia dan Iran menyebutnya yasaman. Melati putih pertama kali dibudidayakan di daerah Inggris sekitar tahun 1665.

Tanamannya berupa perdu merambat setinggi 0,3 m – 3 m. Pada saat muda tanaman tumbuh tegak, batang berwarna hijau berbentuk segi empat, duduk daun berhadap-hadapan pada setiap buku, bentuk daun oval dengan permukaan hijau mengkilap. Tanaman ini dapat tumbuh baik pada ketinggian 0 m – 600 m dari permukaan laut (dpl).

Jasminum sambac W. Ait

2. Jasminum rex
Jenis tanaman ini berasal dari daerah barat daya Thailand, daun berbentuk lonjong memanjang, bagian ujungnya runcing dan berwarna hijau gelap. Tanaman ini berbunga tunggal yang tumbuh berkelompok dan setiap kelompok terdiri atas 2 – 3 kuntum bunga.

Bunga berukuran besar dengan diameter mencapai 5 cm, berwarna putih dan aromanya kurang harum. Melati jenis ini sering disebut jasmine atau melati raja, sebab ukuran bunganya sangat besar.

Jasminum rex

3. Jasminum beesianum
Janis melati ini berasal dari Cina, pertama kali ditemukan Abbe Delavey sekitar tahun 1883 di daerah Yunani.

Daunnya berbentuk lanset, permukaan atas berwarna hijau gelap dan bagian bawah berwarna hijau kelabu. Bunga keluar dari ketiak daun, berbentuk kecil-kecil dan berwarna merah jambu sampai merah tua.

Jasminum beesianum

4. Jasminum simplicifolium
Jenis melati ini lebih dikenal sebagai melati Australia atau star jasmine yang berasal dari daerah Fiji dan Polinesia. Melati ini dikenal dengan nama Jasminum volibile, sedangkan kultivarnya yang berdaun variegata disebut Jasminum volibile variegatum.

Tanaman ini berbentuk tegak menyemak, daun berbentuk oval, berwarna hijau gelap dengan panjang sekitar 5 cm. Bunga tumbuh dari bagian ujung, berwarna putih dan harum.


Jasminum simplicifolium
Share:

Kendala Pengembangan Tanaman Melati

Adanya peningkatan taraf hidup dan pendapatan, menyebabkan bunga melati tidak bisa dipisahkan dalam setiap kegiatan di masyarakat. Peningkatan kebutuhan tersebut baik kebutuhan lokal maupun kebutuhan ekspor tidak terlepas dari kendala –kendala dalam pengembangan melati, khususnya ditingkat petani dan pengusaha.

  • Adanya fluktuasi harga yang dipengaruhi oleh iklim, kebutuhan pemakaian dan musim berbunga.
  • Kualitas bunga, disebabkan bunga tidak bertahan lama, ukuran dan aromanya kurang sesuai dengan permintaan.
  • Kuantitas ketersediaan yang jarang terpenuhi baik untuk kebutuhan lokal maupun untuk kebutuhan ekspor.
  • Petani masih membudidayakan secara tradisional, tanaman melati jarang yang diremajakan sehingga mempengaruhi produktifitas.
  • Perlu dorongan dan rangsangan bagi petani untuk memperbaiki aspek budidaya dan waktu pemetikannya agar bunga tidak cepat busuk dan layu sebelum sampai kepada konsumen.

Untuk memperkecil kendala – kendala pengembangan tanaman melatitersebut, sangat diperlukan kerja sama dengan berbagai pihak, misalnya bank, koperasi, peneliti dan penjual.

Sehingga dengan diharapkan dengan adanya kerja sama yang baik dengan semua pihak maka prospek pengembangan tanaman melati dapat senantiasa terus ditingkatkan.
Share:

Prospek Pengembangan Tanaman Melati

Saat ini melatimemiliki prospek yang sangat baik sebagai mata dagangan lokal, karena banyak diperlukan oleh masyarakat. Bahkan melati telah memasuki pasaran ekspor ke berbagai negara, meskipun kontinuitasnya belum stabil. Kebutuhan dunia akan bunga masih sangat tinggi. Volume ekspor berbagai jenis bunga, misalnya anggrek, melati, sedap malam, amarilis, heliconia, mawar, dan anyelir mencapai 58.781 ton. Angka tersebut masih bisa meningkat sebab kebutuhan per tahunnya dapat mencapai sekitar 38 % dengan sasaran negara eropa bagian barat (MEE), Jepang, Korea Selatan, Hongkong, dan Singapura.

Kebutuhan lokal melati juga sangat tinggi, terkadang masih jarang terpenuhi. Wilayah DKI Jakarta misalnya memerlukan sekitar 5 – 6 ton setiap bulannya. Sementara pedagang kecil dapat menjual bunga melati rata – rata 14 – 15 Kg per hari. Permintaan melati mengalami fluktuasi. Pada bulan Ramadhan dan Muharram peminatnya sangat sedikit tetapi pada bulan Syawal, Maulud, Desember serta Agustus permintaannya sangat besar.


Melati tidak dapat dipanen secara terus menerus setiap hari, tetapi 1 – 2 bulan saja selama musim berbunga. Oleh karena itu volume produksinya sangat kecil. Lahan seluas 1 hektar dapat menghasilkan bunga melati rata-rata 20 Kg per hektar per hari.

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan, prospek wirausaha bagi para petani melati semakin terbuka. Disisi lain, kualitas dan kuantitas harus lebih ditingkatkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak agar kendala-kendala yang dihadapi dalam pengembangan tanaman melati dapat diminimalisir.
Share:

Mengenal Tanaman Melati

Indonesia sangat kaya akan berbagai jenis flora dan fauna. Salah satu diantaranya adalah melati, yang termasuk jenis tanaman hias berbunga. Melati telah lama dikenal masyarakat sebagai bunga yang harus ada di dalam berbagai acara upacara tradisional.

Melati terdapat di setiap daerah di Indonesia, terutama di pulau Jawa. Misalnya Tegal, Pemalang, Pekalongan, Cirebon. Selain itu melati sangat populer dalam kehidupan masyarakat Betawi, Jawa, Sunda, Melayu, Madura dan Bali.

Dari sekitar 200 jenis melati yang diketahui, baru sekitar 15 jenis saja yang telah dibudidayakan dan dirasakan manfaatnya. Misalnya sebagai bunga tabur, bunga taman dan dibudidayakan secara khusus dalam perkebunan untuk kebutuhan industri, seperti parfum dan minyak melati.


Kedudukan tanaman melati jenis Jasminum sambac W. Ait dalam tata nama tumbuhan diklasifikasikan sebagai berikut :

Divisi      : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Klas       : Dicotyledonae
Ordo       : Oleales
Famili     : Oleaceae
Genus     : Jasminum
Spesies   : Jasminum sambac W.Ait

Tanaman melatimudah dibedakan menurut bentuk tanaman dan bunganya. Melati termasuk tanaman setahun yang berbentuk perdu tegak atau merambat. Melati dapat tumbuh sampai ketinggian 2,5 meter dengan sistem perakaran serabut yang menyebar di dalam tanah.

Pada tanaman tua, batangnya berkayu dengan diameter antara 0,5 cm – 3 cm, serta memiliki cabang dan ranting yang menyebar ke segala arah dengan pertumbuhan memanjang. Duduk daun pada batang saling berhadapan, berselang seling. Daunnya berbentuk jantung sampai lonjong, daun tunggal sampai daun majemuk tripoliolatus yang berujung lancip dengan permukaan mengkilap. Pada daun tripoliolatus, daun paling tengah memiliki ukuran paling besar, sedangkan kedua daun disisinya memiliki ukuran lebih kecil.

Bunga tumbuh di ujung tunas berbentuk tunggal atau berkelompok, dengan warna dan bentuk yang beraneka ragam. Melati jenis Jasminum sambac memiliki dua jenis bunga yaitu berbentuk satu lapis tunggal dan berkelompok atau berlapis. Setiap tangkai bunga terdiri dari 3 – 15 kuntum bunga, tergantung jenis melatinya. Bunga mengeluarkan aroma wangi sehingga sering dijadikan bahan pewangi rambut, parfum atau minyak, yang diperoleh dengan cara penyulingan.

Melihat dari begitu besar manfaat melati, maka prospek pengembangan tanaman melati juga sangat tinggi.
Share:

Rabu, 19 Maret 2014

Teknik Budidaya Tanaman Hias Sanseviera

S. trifasciata juga disebut S.zebrina (lidah mertua atau tanaman ular). Menurut bentuk pertumbuhannya, sansevieria digolongkan menjadi dua, yaitu yang tumbuh memanjang ke atas dan yang berdaun pendek melingkar dalam bentuk roset. Kelompok yang tumbuh memanjang ke atas memiliki daun panjang dan meruncing di ujung. Mirip dengan mata pedang. Panjang daun kelompok ini 50 – 75 cm, sedangkan kelompok yang berdaun pendek panjang daunnya 8 cm, lebar 3-6 cm.

Sansevieria memiliki daun yang tebal dan banyak mengandung air (sukulen).tanaman ini sangat tahan kekeringan, tetapi dalam kondisi lembab atau basah tanaman ini juga mampu tumbuh subur.

Sansevieria dipilih sebagai tanaman hias karena bentuk dan warna daunnya cantik dan berpenampilan cantik. Warna daun banyak ragamnya,mulai dari yang hijau tua, hijau muda, hijau abu – abu, perak, dan ada pula yang berwarna kombinasi putih kuning atau hijau kuning. Demikian pula alur atau garis – garis yag terdapat pada helai daun sangat beraneka, ada yang mengikuti serat daun, ada yang tidak beraturan,ada yang zigzag.

Daun tersebut tumbuh langsung dari batang yang tebal di dalam tanah atau rizome (rimpang) akar yang menjalar di bawah tanah. Jika ujung daun yang runcing ini patah atau rusak,maka mengakibatkan pertumbuhan daun terhenti.





Beberapa Jenis Sansevieria
         
Sansevieria cylindria
Jenis ini daunnya tumbuh memanjang ke atas dan berbentuk silinder,diameternya 2-3 cm, panjang mencapai 45 cm. Daun sangat tebal dan kaku, warna hijau tua dengan garis atau alur – alur hitam keabu – abuan bercampur hijau muda.

Sansevieria liberica
Jenis ini daunnya panjang dan lebih besar daripada jenis yang lain. Daun agak tebal, tumbuh tegak keatas dan kokoh. Warna daun kombinasi hijau putih, tetapi pada umumnya warna putih ini lebih dominan.

Sansevieria trifasciata
Jenis inilah yang dikenal sebagai tanaman ular, karena tekstur daunnya mirip kulit ular. Jenis ini ada yang berdaun pendek,lebar,dan tumbuh melingkar dalam bentuk roset yang dikenal sebagai kaktus kodok.panjang daunnya 8 – 10 cm, lebar 3 – 6 cm. Warna daun hijau muda terang bercampur dengan alur yang menyerupai pita berwarna kuning muda ( cerah ). Daunnya yang masih muda tumbuh tepat di tengah – tengah roset yang menyeruak ke atas ; pada awal pertumbuhannya tampak seperti lidi .

Termasuk dalam varietas S. Trifasciata adalah :
S. Trifasciata” Golden Hahnii”
Varietas ini berdaun pendek,lebar, tumbuh berbentuk roset. Warna daun hijau muda dengan kombinasi warna kuning emas berbentuk pita pada bagian tepi daun.

S. Trifasciata “ Silver Hahnii “
Varietas ini juga tumbuh pendek, tetapi agak lebih tinggi daripada varietas “ Golden Hahnii “ . warna daun hampir seluruhnya abu – abu metalik .

S. Trifasciata “ Hahnii, Bird’s Nest “
Varietas ini tumbuh pendek, bentuk roset melebar mirip dengan sarang burung, halus, warna daunnya hijau tua dengan kombinasi warna hijau terang atau abu – abu yang membentuk pita bergerigi yang melintang .

PERSYARATAN TUMBUH DAN PERLAKUAN
         
Kebutuhan Cahaya
Sansevieria tumbuh baik jika mendapat cahaya yang bervariasi, mulai dari cahaya langsung atau cahaya matahari penuh hingga di tempat yang teduh sekalipun. Bila hanya mendapat cahaya buatan, minimal memerlukan cahaya yang berkekuatan 150  f.c. . di tempat yang mendapat sinar matahari, warna daunnya akan muncul penuh dan sangat jelas. Sedangkan di tempat yang teduh, biasanya warna daun menjadi agak memudar .

Kebutuhan Suhu
Sebagai tanaman dari daerah tropis, sansevieria menghendaki suhu pada siang hari 75 0F – 85 0F dan suhu malam hari 65 0F – 700F. Sansevieria termasuk tanaman yang tidak manja, maka tinggi – rendahnya suhu tidak menjadi gangguan yang berat sehingga tanaman tetap bertahan hidup atau bandel .

Media Tanam
Media tanam yang cocok untuk tanaman ini adalah media tanam yang terdiri atas campuran satu bagian tanah, satu bagian kompos atau pupuk kandang, dan satu bagian pasir. Setiap 4-5 kg media ditambah 1 sendok teh super phosphat 20%, 2 sendok teh pupuk 5-10-5. Kelembapan media yang diperlukan adalah sedang, maka drainase harus baik dan penyiraman dilakukan sekedar mempertahankan tanaman tidak layu

Pemupukan
Pemupukaan dilakukan setiap 3-4 bulan sekali. Bagi tanaman yang baru dibeli atau yang baru saja dilakukan pengepotan kembali, pemupuka harus menunggu 4-6 bulan kemudian .

Pengepotan Kembali
Pengepotan kembali untuk menggantikan media dan pot yang lebih besar tidak perlu tergesa-gesa. Pengepotan kembali dapat dilakukan 8-12 bulan sekali. Apabila tanah dalam pot mengeras, cukup digemburkan dengan menggunakan solet dari bambu. Apabila media tanam kelihatan berkurang,segera ditambahkan media tanam di permukaanya .

Perbanyakan Tanaman
Perbanyakan tanaman ini bisa dilakukan dengan dua cara, yakni dengan memecah rimpang (rizome) yang sudah menumbuhkan anakan dan menggunakan stek atau potongan daun. Perbanyakan dengan potongan daun memerlukan waktu agak lama, yakni 1-2 bulan

Pada beberapa jenis Sansevieria, anakan tumbuh dari batang yang terdapat di atas permukaan tanah . bila menemukan hal semacam ini, tunggu saja sampai anakan tumbuh kuat.
Share:

Cara Budidaya Tanaman Hias Dieffenbachia

Dieffenbachia merupakan jenis tanaman hias ruangan yang telah populer lebih dari 150 tahun yang lalu. Kepopuleran tanaman ini karena daunnya cantik dan penampilannya menawan.

Dieffenbachia memiliki daya adaptasi yang bagus terhadap lingkungan. Jenis Tanaman ini pada umumnya dijual sewaktu tanaman masih muda, pada saat ketinggian tidak Lebih dari 50 – 75 cm, yang daun – daunnya bagian bawah menutupi bibir pot.

Apabila tanaman ini dibiarkan tanpa di pangkas akan mencapai ketinggian 120 – 150 cm. Daun dan batangnya beracun, karena mengandung calcium oxalate yang bisa mengakibatkan kebengkakan kulit.

PERSYARATAN TUMBUH DAN PERLAKUAN
         
Kebutuhan cahaya
Dieffenbachia tumbuh baik di tempat yang mendapat cahaya matahari tidak langsung . Apabila tanaman ini menggunakan cahaya buatan dari cahaya lampu , diperlukan cahaya Yang berkekuatan 250 – 400 f.c. selama 12 – 14 jam sehari
         
Kebutuhan Suhu
Dieffenbachia membutuhkan suhu lingkungan pada siang hari 75 0F – 85 0F dan suhu malam hari 65 0F – 70 0F . kelembapan sekitar 50%

Media Tanam
Media tanam yang cocok untuk tanaman ini adalah campuran satu bagian tanah, satu bagian pupuk kandang atau kompos, dan satu bagian pasir. Setiap 4 – 5 kg media ditambah 1,5 sendok teh super phosphat 20% , 1 sendok makan dapur , 2 sendok teh pupuk 5 – 10 – 5 .

Pemupukan
Pemupukan dilakukan setiap 2 – 3 bulan sekali. Pemupukan bagi tanaman baru dibeli atau baru dilakukan pengepotan kembali harus menunggu sesudah 4 bulan .

Pengepotan Kembali
Pengepotan kembali tanaman ini bisa dilaksanakan setiap waktu jika tanaman telah memenuhi pot .

Perbanyakan Tanaman
Tanaman ini sangat mudah dilakukan perbanyakan dengan cara memisahkan anakan dari induknya setiap waktu , dan dengan stek batang.



Varietas
Varietas yang dikenal dari tanaman ini adalah sebagai berikut :

D.amoena ( Colombia , costa Rica )
Batang tanaman besar , daun hijau berukuran lebar. Setiap helai daun terdapat bintik – bintik krem memanjang pada sirip – siripnya .
                            
D. Mariane
Varietas ini dengan daun berwarna putih kekuningan , bagian tepi daun berwarna hijau

D.maculata  “Rudolp Roehrs “
Varietas ini warna daunnya hampir seluruhnya berwarna kuning, urat – urat dan bagian tepi daun berwarna hijau tua .

D. Camilla
Varietas ini ditandai dengan warna daun putih kekuningan pada bagian pusat daun. Sedangkan bagian tepi daun berwarna hijau.warna hijau bagian tepi daun ini agak lebih lebar daripada varietas.
                            
D. Hoffmanii
Varietas ini ditandai dengan warna dasar daun hijau tua atau gelap, terdapat bintik – bintik putih , dan urat daun bagian tengah putih.
Share:

Teknik Budidaya Tanaman Hias Dracaena

Dracaena termasuk salah satu jenis tanaman hias daun. Apabila tanaman ini dipadu dengan bentuk, warna, dan bahan pot  yang serasi akan tampil sangat indah.
         
Dracaena pada umumnya memiliki penampilan daun dan ukuran batang yang braneka ragam dan menarik. Ada beberapa  jenis atau varietas dari tanaman ini yang satu sama lain tidak ada kemiripan sama sekali.

PERSYARATAN TUMBUH DAN PERLAKUAN

Kebutuhan Cahaya
Dracaena akan tumbuh paling bagus bila mendapat cahaya matahari tidak langsung. Jika tanaman ini hanya memperoleh cahaya buatan dari lampu, maka memerlukan cahaya yang berkekuatan 400 f.c.

Kebutuhan Suhu
Dracaena membutuhkan suhu lingkungan siang hari 750F-800F dan suhu malam hari 650F-700F.

Media Tanam
Media tanam yang baik untuk tanaman Dracaena adalah campuran satu bagian tanah kebun, satu bagian kompos atau pupuk kandang, dan satu bagian pasir kasar. Media tanaman ini harus selalu dalam keadaan lembap sepanjang waktu. Setiap 4-5 kg media ditambah 1,5 sendok the super  phosphate 20%, 1 sendok makan kapur, dan 2 sendok teh pupuk 5-10-5.

Pemupukan
Pemupukan bagi tanaman Dracaena cukup dilakukan setiap 6 bulan sekali. Pemupukan tanaman yang baru dibeli atau dilakukan pengepotan kembali harus menunggu sesudah 6 bulan.

Pengepotan kembali
Pengepotan kembali dilakukan jika akar  tanaman telah memenuhi pot. Pengepotan kembali dapat dilaksanakan setiap saat.

Perbanyakan Tanaman
Perbanyakan tanaman dilakukan dengan cara menggunakan stok batang atau memisahkan sebagian rumpun.

Varietas
Varietas Dracaena yang sudah banyak dikenal adalah:

Dracaena deremensis
Dracaena ini jarang tumbuh dalam bentuk asli, akan tetapi pada umumnya kita dapatkan dalam berbagai varietas. Sebagian besar varietas tumbuh setinggi 60-150 cm. berbagai yang popular adalah:

D. deremensis Warneckii
Varietas ini bisa tumbuh baik ditempat yang Intensitas cahayanya rendah. Daun dari varietas ini berbentuk seperti pedang, kaku, berukuran panjang 40-60 cm, lebar 5 cm. warna daun hijau abu-abu dengan strip berwarna putih.

D. deremensis Yanet Craig
Warna daun varietas ini hijau tua. Bentuk daun seperti pita yang panjangnya 30-45 cm, lebar 5 cm.

D. deremensis Longii
Varietas ini mempunyai  Bentuk daun seperti Yanet Craig, tetapi lebih panjang dan ramping, bagian ujung meruncing kecil. Warna daun hijau tua ditengah-tengahnya berwarna putih lebar membujur dan pangkal sampai ujung daun.

Dracaena fragrans
Jenis tanaman ini tumbuh jangkung dan apabila tanaman ini tidak dipangkas bisa mencapai ketinggian lebih dari 5 cm. Tanaman yang masih muda sangat indah dan cantik bila ditanam didalam pot dan ditaruh diatas meja.

Ukuran panjang daun 45-75 cm dan lebar 5-7,5 cm. pertumbuhan daun mengarah kesegala penjuru, satu sama lain tumbuh saling berimpitan rapat, warna daun hijau. Tanaman yang termasuk varietas ini antara adalah:

D. fragrans Lindenii
Varietas ini bagian tepi daunnya berwarna hijau cerah sampai kuning dan bagian tengah berwarna hijau membujur sepanjang daun.

D. fragrans Masangeana
Varietas ini berwarna daunnya hijau tua dan bagian tengah berwarna hijau membentuk pita pada sepanjang daun.

Dracaena godseffiana (Si Embun Emas)
Jenis tanaman ini tumbuh pendek dan kecil. Bentuk daun lonjong pendek, tumbuh sepasang-pasang saling berhadapan. Warna daun hijau tua dan pada permukaan daun terdapat binti-bintik kuning seperti emas.

Batang dan cabang-cabangnya tumbuh kecil, kurus seperti kawat, jenis Dracaena ini sama sekali tidak memiliki kemiripan dengan jenis-jenis lainnya. Tanaman yang termasuk varietas ini antara lain adalah:

D. godseffiana Florida Beauty
Varietas ini memiliki daun hijau tua dengan bintik-bintik kuning.

D . godseffiana Milky Way
Varietas ini mirip dengan D. godseffiana Florida Beauty. Dibagian tengah-tengah daun terdapat bentuk seperti pita berwarna kuning muda dan dikanan kirinya berwarna hijau dengan bintik-bintik halus.

D. godseffiana gold Dust (Gold Dust Dracaena)
Varietas ini memiliki warna daun hijau tua dan seluruh permukaan daun terdapat bintik-bintik halus atau kecil.

D. marginata Tricolour
Jenis Dracaena ini memiliki bentuk daun kecil seperti pita, ramping, berwarna hijau gelap, dan bagian tepinya merah. Varietas D. marginata Tricolour memiliki tiga macam warna, yakni merah, hijau, dan putih.

Dibagian tepi daun berwarna merah, disusul warna hijau, kemudian putih. Setiap warna membentuk strip panjang dari pangkal sampai ujung daun.

D. sanderiana virescens
Jenis Dracaena ini memiliki warna daun hijau yang bagian tanahnya berwarna hijau pucat berbentuk pita yang lebar dan memanjang disepanjang daun. Ukuran daun relative lebih kecil dan pendek apabila dibandingkan dengan D. fragrans.

D. surculata punculata
Jenis Dracaena ini memiliki bentuk batang dan cabang-cabang mirip dengan jenis-jenis D. godseffiana lainnya. Daunnya lebih kecil, langsung, dan pada ujungnya lebih runcing. Warna daun hijau muda dengan bintik-bintik kecil berwarna kuning tak beraturan.
Share:

Teknik Budidaya Tanaman Hias Cryptanthus

Tanaman ini berbentuk seperti bintang, yang daun-daunnya tumbuh mengarah kesamping atau horizontal. Nama Crptanthus berasal dari bahasa Yunani, krypto = tersembunyi dan anthos = bunga. Sesuai dengan namanya, tanaman ini berbunga kecil yang tersembunyi ditengah-tengah tumbuhnya daun yang berbentuk roset. Walaupun bunganya tidak menarik, namun penampilan warna daunnya sungguh cantik dan menawan.

Tanaman ini setelah berbunga atau bertunas sedikit demi sedikit induk tanaman akan mati. Tunas-tunasnya muncul dari samping induk tanaman dan ketika daun dari daun bawah ataupun daun yang terletak diatas. Tanaman ini tumbuh bagus didalam ruangan dan sangat menarik  bila ditanam dipot. Tanaman sangat indah ditaruh diatas meja, karena berukuran kecil dan hanya berketinggian 15-20 cm.

PERSYARATAN TUMBUH DAN PERLAKUAN

Kebutuhan Cahaya
Tanaman ini tumbuh bagus dan warna daunnya berpenampilan menawan jika mendapat cahaya yang cukup terang, dengan intensitas 500-700 f.c,. selama 12-14 jam. Namun, jenis tanaman ini masih dapat tumbuh dan bertahan hidup dibawah cahaya matahari yang intensitasnya lebih rendah.

Kebutuhan Suhu
Cryptanthus tumbuh baik bila mendapat suhu lingkungan pada siang hari 700F-750F dan suhu hari 600F-650F, kelembapan yang ideal 50%.

Media Tanaman
Media tanaman yang cocok untuk tanaman ini adalah campuran dari satu bagian tanah, satu bagian kompos ataau pupuk kandang, dan satu bagian pasir.




Pemupukan
Pemupukan dilakukan satu bulan sekali menggunakan pupuk cair melalui media tanam. Pemupukan dapat juga dilakukan melalui daun.

Pengepotan
Pengepotan kembali dilakukan pada awal musim hujan setelah tanaman memenuhi pot.

Varietas
Varietas cryptanthus yang sudah dikenal adalah: Cryptanthus bivittatus leuddemanii, Cryptanthus zonatus, Cryptanthus zebrinus, Cryptanthus zonatus zebrinus (tanaman Zebra), Cryptanthus bromeliodes tricolor.
Share:

Pengikut