Rabu, 19 Maret 2014

Cara Budidaya Sirsak

Buah sirsak ternyata tidak hanya enak dan segar untuk dimakan, tetapi bagi sebagaian orang sirsak sering dijadikan obat herbal atau alami, walaupun buah ini termasuk buah yang biasa-biasa saja namun kandungan gizi di dalamnya cukup banyak, mulai dari kulit, buah, daging buah, biji buah, dan inti buah semuanya mengandung karbohidrat.

cara, menanam, sirsak, budidaya, buah, sirsakDengan kandungan seperti itu banyak orang yang tertarik untuk menanam sirsak atau budiddaya buah sirsak untuk dikomersilkan, karena permintaan masyarakat indonesia terhadap buah yang satu ini cukup lumbayan tinggi.
Dibawah ini ada langkah-langkah atau tahapan cara menanam sirsak atau budidaya buah sirsak seccara singkat. walaupun demikian tetapi langkah di bawah ini bisa membantu apabila kita ingin memulai menanam sirsak.


Syarat Tumbuh


Sirsak merupakan jenis yang paling tidak bandel tumbuhnya di antara jenis-jenis Annona lainnya dan memerlukan iklim tropik yang hangat dan lembap. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian sampai 1000 meter di atas permukaan laut dan meluas sampai ke 25° LS pada lahan yang ternaung.

Pertumbuhan dan pembungaannya sangat terhambat oleh turunnya udara dingin, hujan salju yang ringan saja sudah dapat membunuh pohon sirsak. Musim kering dapat mendorong luruhnya daun dan menyelaraskan pertumbuhan memanjang dan pembungaan dalam batas-batas tertentu. Hasil panen dapat lebih tinggi pada cuaca demikian, asalkan kelembapan yang tinggi berlangsung selama periode pembentukan buah. 

Ada indikasi bahwa untuk Annona sp. lainnya, baik kelembapan yang sangat tinggi maupun sangat rendah, dapat merusak pembentukan buah. Jika kelembapan cenderung rendah, dianjurkan untuk memberikan naungan agar transpirasi dapat dikurangi (juga karena pohon sirsak dangkal perakarannya).

Sebagian besar tipe tanah cocok untuk tanaman ini, tetapi drainasenya harus baik, sebab pohon sirsak tidak tahan terhadap genangan air.

Pohon sirsak dapat diperbanyak dengan klon, terutama melalui berbagai teknik penempelan dan penyambungan pada batang bawah yang diperbanyak dengan semai, seperti dipraktikkan di berbagai wilayah Amerika, misalnya di Kolumbia dan Venezuela. Akan tetapi, sirsak umumnya ditumbuhkan dari benih. 

Semai dapat dipakai, sebab populasi yang tumbuh cukup seragam dan benih dari kultivar manis, misalnya, pada umumnya bersifat sama dengan induknya, serta karena fase yuananya hanya berlangsung 2-4 tahun. Benih dapat ditanam lang¬sung di ladang atau disemaikan dahulu di persemaian. Setelah 20-30 hari, 85-90% dapat berkecambah dan semai itu dapat dipindahkan ke lapangan setelah 6-8 bulan.

Pemotongan separuh daun dan kadang-kadang perompesan daun diperlukan untuk memindah tanamkan semai yang sebelumnya tidak ditumbuhkan dahulu dalam wadah. Jarak tanam di kebun buah sebaiknya antara 3 m x 4 m dan 4 m x 6 m. 

Berkat kecilnya ukuran pohon dan cepatnya berbuah, sirsak dapat ditanam sebagai tanaman sela di antara pohon buah-buahan yang lebih besar, seperti mangga, avokad, dan kecapi. Jika tanaman utamanya membutuhkan ruangan, pohon sirsak dapat ditebang.

Pemeliharaan Lahan

Lahan di sekitar pangkal pohon sirsak sebaiknya terbebas dari gulma atau ditutup oleh mulsa untuk menghindari dehidrasi dari perakarannya yang dangkal itu pada musim kemarau. Sirsak toleran terhadap keadaan tanah yang kering, tetapi pohonnya akan meluruhkan terlalu banyak daun jika mengalami kekeringan yang berkepanjangan; dalam situasi demikian pohon sirsak akan tertolong dengan pengairan tambahan.

Pemupukan dengan pupuk kandang dan atau NPK dalam dosis kecil beberapa kali dalam setahun dapat mendorong pertumbuhan dan pembuahan, tetapi tidak diperoleh data kuantitatif mengenai kebutuhan pupuk atau banyaknya pupuk daun yang dianjurkan. Pohon sirsak biasanya dapat mencapai bentuk yang memuaskan, tetapi dalam beberapa kasus diperlukan usaha sedini mungkin membatasi pohon itu hanya berbatang tunggal, yaitu dengan cara memotong cabang-cabang yang akan menyainginya.

Tunas air (water sprout), cabang-cabang yang tumpang-tindih dan bergerombol juga harus dibuang. Kurang baiknya penyerbukan kiranya merupakan faktor pembatas utama dalam jumlah hasil. Untuk mengatasi kendala ini dianjurkan untuk melakukan penyerbukan dengan tangan. Akan tetapi, hal ini jarang dilakukan dan hanya dapat berlangsung jika ada masa pembungaan yang jelas.

Hama dan Penyakit

Selama vigor pohon dapat dipertahankan, kerusakan serius yang disebabkan oleh penyakit dan hama umumnya terbatas pada buah saja.
Antraknosa (Colletotrichurn gloeosporioides) merupakan penyakit utama pada sirsak di daerah yang lembap. Penyakit busuk buah antraknosa ini bisa ditanggulangi apabila kita bisa mendeteksinya sejak
dini. Bila kebusukan sudah menyebar, buah sirsak terpaksa dimusnahkan.

Gejala serangan:

Gejala serangan awal berupa bercak cokelat kehitaman pada permukaan buah, kemudian buah menjadi busuk lunak.
Pengendalian:
•    Perlakuan seed treatment sejak tanaman masih berupa bibit
•    Sanitasi gulma dan buah yang terserang penyakit busuk buah supaya tidak menular
•    Selektif dalam menanam benih yang bebas pathogen
•    Pergiliran tanaman
•    Perbaikan drainase
•    Pemanfaatan mikroba Pseudomonas Flourencens dan Bacillus subtilis untuk memerangi busuk buah pada sirsak

Akibat yang ditimbulkan oleh serangan antraknosa:

Produksi buah sirsak dapat menyusut sekali karena bunga dan buahnya terserang penyakit sehingga menjadi busuk atau keriput; selanjutnya penyakit ini juga mengganggu buah, daun, batang, dan pematangan buah.

Di Hindia Barat ada anjuran agar diadakan seleksi terhadap kemam¬puan pembentukan buah dalam kondisi lingkungan yang lembap. Jika terjadi musim kemarau, ada kemungkinan untuk mempercepat pembungaan dan pembentukan buah agar terhindar dari periode kelembapan yang tinggi. 

Penyakit busuk cokelat batang (Corticium sp.) menyerang pohon sirsak dan menyebabkan busuknya cabang dan mungkin membunuh pohonnya juga. Pembersihan yang maksimal menjelang akhir musim kemarau, termasuk pembakaran bagian-bagian pohon yang terserang, dapat membantu menahan penyakit pada musim hujan berikutnya.

Kutu perisai seringkali menyerang pohon sirsak pada bagian daun. Kutu ini biasanya berkoloni dengan membentuk barisan di bagian tu¬lang punggung daun. Sesuai namanya, kutu ini memiliki bentuk fisik seperti perisai pada bagian punggungnya. Untuk mengatasi serangan kutu perisai dapat menggunakan insektisida sistemik dengan bahan a ktif acephate.

Masih ada lagi hama lain yang kerap menyerang tanaman sirsak, yaitu kutu bubuk (Dysmicoccus brevipes). Kutu ini menyebabkan akar tanaman berhenti tumbuh, membusuk, dan tanaman menjadi layu. Serangan penyakit ini ditandai dengan ujung daun yang menjadi kuning kemerahan. Kutu bubuk dapat bergerombol dalam jumlah yang sangat banyak pada buah sirsak. Pestisida diazinon dan malathion dapat membantu mengurangi serangan kutu ini.

Selain kutu, semut dan lalat juga merupakan jenis serangga pengganggu tanaman buah. Semut dapat diberantas dengan baik, musuh-musuh alaminya akan mampu menanggulangi hama ini. 

Buah dapat dibungkus untuk menghindari kerusakan yang disebabkan oleh lalat buah. Semut paling takut rasa asam. 

Cara mengusirnya adalah dengan mengiris jeruk nipis jadi dua, peras, dan teteskan di sepanjang jalur yang dilalui semut. 

Oleskan juga bagian daging buah jeruk nipis pada jalur yang dilalui semut. Ini merupakan cara penanggulangan yang bebas racun, tanpa pencemaran, dan aman. Untuk lalat buah dan serangga pengganggu lainnya, Anda bisa mengatasinya dengan menyemprotkan obat antiserangga.
Share:

Senin, 17 Maret 2014

Cara Budidaya Tanaman Caladium (Keladi Hias)

Caladium adalah jenis tanaman hias yang menampilkan daun yang menarik pada musim-musim tertentu. Di musim kemarau tanaman ini mengalami masa istirahat selama 4-5 bulan. Pada saat istirahatlah, daun tanaman yang berpenampilan indah dan menarik menghilang. Daun Caladium ada yang berwarna kombinasi merah, oranye, putih, hijau, perak, atau berwarna putih sampai merah.

Bentuk daun Caladium seperti hati dan urat daun nampak jelas karena daun caladium memang tipis. Ukuran lebar daun 30 cm, panjang 30 cm.

Ketinggian tanaman 35-40 cm. Tanaman tersebut tumbuh dari umbi yang terbentuk semacam bola.


PERSYARATAN TUMBUH

Kebutuhan Cahaya
Caladium tumbuh paling bagus bila mendapat cahaya matahari tidak langsung. Apabila tanaman tersebut hanya memperoleh cahaya buatan, minimal memerlukan cahaya 400 f.c.

Kebutuhan suhu    
Tanaman ini membutuhkan suhu lingkungan pada siang hari 750F-850F dan malam hari 650F-750F.

Media Tanam
Tanaman caladium bisa tumbuh bagus apabila mendapat media yang terdiri atas campuran dua bagian tanah kebun, dua bagian pupuk kandang dan satu bagian pupuk pasir.

Selama tanaman hidup pada periode tumbuh media harus selalu dalam keadaan lembab. Jika daun mulai layu pada 7 atau 8 bulan sesudah periode tumbuh, biarkan tanah menjadi kering selama 3 atau 4 bulan. Sedikit demi sedikit dau tanaman akan mengalami proses kematian yang secara bertahapdi awali dengan mengerutnya daun.

Akhirnya, seluruh daun dan tanaman yang berada di permukaan tanah lenyap. Walaupun daunnya habis, tanaman tersebut tidak akan mati selamanya. Umbinya mampu menyimpan air sehingga pada saat hujan, tanaman tersebut akan akan tampil kembali memperlihatkan keindahan daunya yang baru.

Pemupukan
Pemupukan tanaman caladium hanya di lakukan pada saat tanaman mengalami periode tumbuh. Pemupukan di laksanakan sebulan sekali.

Pengepotan Kembali
Pengepotan kembali dilakukan pada saat tanaman telah memenuhi seluruh permukaan pot. Penggantian pot harus lebih besar daripada pot yang lama. Penggantian media di lakukan pada awal musim penghujan.

Perbanyakan Tanaman
perbanyakan caladium di lakukan dengan cara memisahkan atau membagi-bagi umbinya. Pada awal pertumbuhan umbi tekanlah umbi tersebut masuk ke dalam media yang berada di dalam pot sedalam 2,5 cm agar calon tunas berada di dalam media yang kondisinya basah.
Share:

Budidaya Tanaman Hias Chlorophytum (Lily Paris)

C. Comosum (spinder plant)adalah kelompok tanaman yang menyerupai rumput.Jenis tanaman ini termasuk family lily, daunnya melengkung dan menyebar seperti kaki. Daun berwarna hijau, berstrip kunig atau putih memanjang pada sepanjang daunnya. Panjang daun bervariasi 10-15 cm, lebar 1,5-2,5 cm.

Tanaman ini mengeluarkan akar yang lunak memanjang kurang lebih 30 cm dan berbentuk separti kawat. Pada ujung akar keluar tanaman baru tetapi kecil serupa dengan tanaman induknya. Tanaman baru ini menggantung  seperti laba-laba (spinder) dan menhasilkan bunga kecil-kecil berwarna putih.

Jika bagian tanaman baru tadi dapat menyentuh tanah, maka akan tumbuh akar. Tetapi, jika tanaman baru tidak menyentuh tanah, maka makin lama meningkat besar dan daun-daunnya bertambah memencar-mencar, bahkan tumbuh anakan lagi pada bagian ujungnya sambung menyambung.


PERSYARATAN TUMBUH DAN PERLAKUANNYA

Kebutuhan cahaya
Chlorophytum dapat tumbuh baik jika mendapatkan cahaya matahari secara tidak langsung. Jika tanaman ini hanya tersedia cahaya buatan, maka cukup dengan cahaya berkekuatan 400 f.c.

Kebutuhan Suhu
Tanaman inimenghandaki suhu siang hari 750  F-850F dan malam hari 650F-700F.

Media Tanam
Media tanam yang baik untuk tanaman chlorophytum terdiri atas campuran satu bagian tanah kebun dan satu bagian kompos, satu bagian pasir, dan setengah bagian pupuk kandang. Setiap 4-5 kg media di tambah 2 sendok makan tepun tulang. Media tanam harus selalu dalam kondisi lembab sepanjang waktu, tetapi tidak boleh tergenag air.

Pemupukan
Pemupukan dillakukan dan sebulan sekali yang di mulai pada awal musim penghujan hingga akhir musim penghujan. Pemupukan tidak boleh di lakukan pada saat-saat tanaman sedang mengalami masa istirahat. Tanaman yang baru di beli atau yang baru saja di lakukan repotting, pemupukan harus menungggu sampai musip penhujan berikutnya.

Pengepotan kembali
Pengepotan kembali di lakukan pada awal musim pengujan, jika tanaman telah memenuhi pot dan akarnya telah membentuk bola sampai dinding pot.

Perbanyakan Tanaman
Perbanyakan tamanan ini bisa di lakukan dengan cara memisahkan sebagian rumpundari induknya ataupun menanam anakan kecil yang tergantung.

Varietas
Varietas Chlorophytum yang sudah banyak dikenal adalah:
C. comosum variegatum: Warna daunnya hijau pucat dan bagian tepinya putih. Ukuran panjang daun 25-40 cm, lebar daun 2-2,5 cm.


C. comosum vitatum: Warna daunnya hijau pucat dengan garis-garis putih sepamjang daun. Ukuran panjabg daun 15-20 cm, dan lebar daun 1,5-2 cm.


C. comosum mandianum: Warna daunnya hijau gelap, bagian pusat daun bergaris pada sepanjang daun berwarna kuning terang. Ukuran panjang daun  10-15 cm, lebar 1,5 cm.



Share:

Budidaya Tanaman Hias Pilea (Daun Aluminium)

Jenis tanaman ini sebagai besar tumbuh setinggi tidak lebih dari 30 cm, memiliki warna daun belang-belang putih perak kusam yang terkenal sebagai tanaman alumunium. Setiap daun memiliki tiga buah urat daun yang melengkung .

PERSYARATAN TUMBUH DAN PERLAKUAN

Kebutuhan Cahaya
Pilea  tumbuh baik bila mendapat cahaya matahari tidak langsung. Apabila tanaman hanya mendapatkan cahaya buatan, minimal membutuhkan cahaya yang berkuatan 400 f.c

Kebutahan Suhu
Jenis tanaman ini akan tumbuh baik jika suhu lingkungan siang hari sekitar 75°f-85°f dan suhu malam hari 65°f-70°f.

Media Tanam
Media tanam yang cocok untuk tanaman ini adalah media tanam yang terdiri campuran satu bagian tananh kebun, dua bagian kompas, satu bagian pasir. Setiap 4-5 kg media ditambah 1,5 sendok teh super phosphat 20%, 1 sendok makan kapur, dua sendok teh pupuk 5-10-5.

Pemupukan
Pemupukan pilea dilakukan setiap dua bulan sekali. Bagi tanaman baru yang baru saja dilakukan pengepotan ulang harus menunggu 3-4 bulan.

Pengepotan Kembali
Tanaman yang rupunya telah memenuhi pot harus segera dilakukan pengepotan kembali pada saat musim penghujan tiba.

Perbanyakan Tanaman
Tanaman ini bisa di kembang biakkan dengan menggunakan stek batang atau memisahkan sebagian rumpun dan induknya pada awal musim penghujan.


Varietas
Varietas pilea yang sudah banyak di kenal adalah :

P.cadierei (Alumunium-plant, water melon pilea).
Jenis tanaman ini memiliki ketinggian sekitar 25 cm, panjang daun 6,5 -8 lengkung. Warna daun hijau muda yang ditandai dengan gelembung daun warna perak, demikian pula, pada pingkiran daun. Bunga berwarna putih ini dapat tumbuh dengan cepat.

P.Cadierei  Minima.
Varietas ini bentuknya dan cirinya hampir sama dengan P. Cadierei, tetapi tanaman ini berukuran lebih kecil. Tinggi tanaman 12,5-15 cm.

P. Involucrata
Varietas  ini memiliki sistem percabangan tanaman kecil tetapi lebat, warna daun cokelat dan bercampur hijau tua, bagian permukaan daun bagian bawah berwanan kemerahan.
Share:

Mengenal Tanaman Hias Nephrolepis (Pakis Kelabang)

N. exalta ini memiliki sosok daun melengkung. Sedangkan N. Exalata bostoniensis (pakis kelabang) adalah mutasi pakis samurai yang ditemukan di dekat Boston 1890.

Nephrolepis menjadi jenis pakis yang paling populer di pasaran pada saat ini. Banyak varietas Nephrolepis yang sangat cocok hidup di dalam ruangan. Ada pula sejumlah Nephrolepis hasil mutasi yang daunnya lembut bercabang dan ada pula yang berdaun keriting kecil-kecil.


PERSYARATAN TUMBUH DAN PERLAKUAN

Kebutuhan cahaya
Tanaman ini tumbuh baik apabila mendapat cahaya matahari tidak langsung. Jika tanaman hanya mendapat cahaya buatan asal dari cahaya lampu, maka membutuhkan cahaya yang berkekuatan 400 f.c.

Kebutuhan Suhu
Tanaman ini cocok sekali ditanam di tempat yang memiliki suhu lingkungan pada siang hari 680F-720F dan suhu malam hari 500F-500F.

Media Tanam
Media tanam yang cocok untuk tanaman ini adalah campuran dari satu bagian tanah, satu bagian kompos atau pupuk kandang, satu bagian serbuk kulit pepohonan, dan satu bagian pasir. Setiap 4-5 kg media tersebut ditambah 2 sendok makan tepung tulang.

Pemupukan
Pemupukan dilakukan setiap enam bulan sekali. Bagi tanaman baru atau yang baru saja dilakukan pengepotan ulang, pemupukan harus menunggu sesudah enam bulan.

Pengepotan Kembali
Pemgepotan kembali tanaman ini dilakukan pada awal musim penghujan jika rumpun tanaman telah memenuhi pot.

Perbanyakan Tanaman
Perbanyakan tanaman bisa dilkukan dengan cara melakukan pemotongan akar yang sudah tua atau memisahkan sebagian rumpun tanaman pada awal musim penghujan. Pada musim penghujan akar-akar yang tumbuh sebagai tanaman baru bisa di pisahkan dan ditanam pada pot baru.

Varietas
Varietas Nephrolepis yang banyak dikenal adalah :
  1. N.exaltata bostoniensis compacta yang berdaun lebat.
  2. N. exaltata bostoniensis aurea.
  3. N. Biserrata furcans yang daunnya tumbuh panjang dan bagian tepi daun bergerigi.
  4. N. Cordifolia yang berdaun lebih sempit
Share:

Mengenal Tanaman Hias Araucaria (Cemara Norfolk)

Araucaria juga dikenal dengan nama A. Excelsa, yakni pinus atau cemara yang berasal dari pulau Norflok, wilayah Australia. Tanaman ini banyak penggemarnya karena bentuk tajuknya secara keseluruhan lebih menarik daripada cemara pada umumnya.

Batang tanaman kasar, mencapai ketinggian 5 m lebih, dengan cabang-cabang melintang atau tumbuh horizontal mengelilingi pohon. Setiap tahun tanaman ini pertumbuhannya bertambah 7,5-15 cm. Cabang-cabangnya kuat dan besar, tertutup oleh daun berbentuk seperti jarum sepanjang 1-1,5 cm.


Pohon tanaman ini membentuk mahkota berbentuk piramidal. Daunnya selalu hijau dan tidak pernah gugur (ever green)
PERSYARATAN TUMBUH DAN PERLAKUAN
Kebutuhan Cahaya
Tanaman ini tumbuh paling bagus jika memperoleh cahaya matahari atau cahaya tidak langsung. Apabila tanaman ini hanya tersedia dari cahaya buatan, minimal membutuhkan cahaya yang berkukatan 400 f.c

Kebutuhan Suhu
Tanaman ini membutuhkan suku lingkungan pada siang hari 680F-72 0F, malam hari 500F-550F. Tanaman tersebut toleran terhadap suhu 450F-850F.

Media Tanaman
Cemara Norflok tumbuh baik jika disediakan media tanam yang terdiri atas campuran satu bagian tanah, satu bagian pupuk kandang atau kompos, satu bagian pasir.

Media sebanyak 4,5 kg harus ditambah 1,5 sendok teh super-phosphat 20%, 1 sendok makan kapur 2 sendok teh pupuk 5-10-5. Media harus selalu dipertahankan dalam keadan lembap.

Pemupukan
Pemupukan dilakukan setiap 3-1 bulan sekali. Bagi tanaman yang baru saja dibeli, pemupukan dilakukan setelah 4-6 bulan.

Pengepotan Kembali
Pengepotan kembali dilakukan setelah tanaman tumbuh lebat, akar memenuhi pot dan menjembul keluar. Dalam kurun waktu 3-4 tahun, tanaman sudah harus dilakukan pengepotan kembali untuk menggantikan media baru yang lebih banyak sesuai dengan perkembangan tanaman.

Penempatan Pot
Tanaman ditempatkan di tempat-tempat yang memiliki ukuran ruangan yang luas dan memperoleh cahaya terang dengan baik, misalnya, di dekat jendela atau pintu.

Perbanyakan Tanaman
Cemara Norflok sulit dilakukan pengembiakan. Sebagian besar tanaman yang di jual oleh para pedagang tanaman hias adalah hasil perbanyakan yang berasal dari biji.

Upaya untuk memperoleh tanaman baru secara vegetatif, cabang-cabang tanaman harus di potong  agar pada akar-akarnya tumbuh tanaman baru. Di samping itu, bisa juga menggunakan stek cabang. Hasil stek cabang tidak bisa menurunkan tanaman yang bisa tumbuh vertikal.
Share:

Mengenal Tanaman Hias Aglaonema dan Cara Budidayanya

Aglaonema termasuk salah satu jenis tanaman yang bisa tumbuh di sudut-sudut ruang yang gelap. Tanaman ini tumbuh baik di tempat yang mendapatkan sinar matahari. Tetapi, Aglaonema memiliki daya adaptasi yang baik terhadap tempat yang kekurangan cahaya. Oleh karena itu, Aglaonema sangat cocok sebagai tanaman hias di dalam ruangan.

JENIS – JENIS AGLAONEMA

Aglaonema Commutatum
Jenis Aglaonema ini memiliki daun berbentuk seperti tombak, tetapi ada juga yang langsing atau gemuk. Tapi daun rata, ukuran daun umumnya adalah lebar 5-8 cm dan panjang 16-20 cm. Bentuk daunnya beraneka ragam tergantung pada varietasnya. Batang tanaman liat, sehingga sulit di patahkan, duduk daun pada batang tidak beraturan.



Dari jenis Aglaonema ini kita kenal berbagai varietas yang cukup populer sebagai berikut :

Aglaonema Siluer Queen
Varietas ini memiliki daun warna dasar hijau dengan sirip-sirip berwarna perak keabu-abuan yang hampir memenuhi seluruh daun.

Aglaonema Pseudo-bracteatum (White Rajak)
Varietas ini mempunyai warna dasar daun hijau, tetapi sirip-siripnya berwarna kekuning kuningan hampir memenuhi seluruh bagian daun sehingga seolah-olah daun seluruh daun berwarna dasar kuning. Demikian pula, warna tangkai daunnya berwarna kuning.

Aglaonema Commutatum Treubi
Varietas ini memiliki warna dasar daun hijau tua yang dihiasi sirip-sirip berwarna hijau muda kebiru-biruan, bentuk daun ramping.

Aglaonema Roebelini
Varietas ini memiliki warna daun hijau dengan sirip-siripnya berwarna biru muda keperakan. Apabila dibandingkan dengan varietas lainnya, varietas ini memiliki ukuran daun yang lebih lebar.

Aglaonema “Malay Beauty”
Varietas ini memiliki warna hijau daun tua dan dihiasi dengan sirip-sirip berwarna perak.

Aglaonema Nitidun Curtisii
Varietas ini memiliki daun hijau kebiruan dan dihiasi sirip-sirip berwarna perak. Sirip-sirip tersebut berbentuk kecil panjang seperti duri ikan sampai pada tepi daun.

Aglaonema Costatum (Spotted Chinesa Evergreen)
Jenis Aglaonema ini memiliki warna daun hijau tua mengkilap dan dihiasi tulang rusuk utama berwarna putih. Seluruh permukaan daun dihiasi dengan warna bintik-bintik putih. Jenis tanaman ini membentuk rumpun yang lebat. Bentuk daun seperti hati, berukuran panjang 15 cm, lebar 7,5 cm. Ketinggian tanaman tidak lebih dari 25 cm.

Aglaonema Modestum (Chinese Evergereen)
Jenis Aglaonema ini memiliki warna daun hijau polos. Bentuk daunnya pendek dan lebar.

PERSYARATAN TUMBUH DAN PERLAKUAN

Kebutuhan Cahaya
Aglaonema tumbuh bagus di tempat yang memperoleh cahaya langsung ataupun di tempat yang teduh. Jika yang tersedia hanya cahaya buatan, maka membutuhkan cahaya yang berkekuatan minimal `50 f.c

Kebutuhan Suhu
Jenis tanaman Aglaonema ini membutuhkan suhu lingkungan pada siang hari 750F-850F, malam 650F-700F.

Media Tanam
Media tanam yang cocok untuk tanaman Aglaonema terdiri atas camouran satu bagian tanah, satu bagian kompos atau moss, dan satu bagian pasir. Setiap 4,5 kg media tersebut ditambah 1,5 sendok teh super phosphat 20%, 1 sendok makan tepung tulang, dan 2 sendok teh pupuk 5-10-5.

Pemupukan
Jadwal pemupukan dilakukan setipa 4 bulan sekali.

Pengepotan Kembali
Pengepotan kembali (repotting) sekaligus mengganti media baru dilakukan pada saat tanaman sudah memadati seluruh permukaan pot. Pengepotan tersebut bisa dilakukan pada setiap waktu.

Penempatan Pot di Dalam Ruangan
Walaupun, tanaman ini memiliki daya toleransi terhadap cahaya yang intensitasnya rendah cukup bagus, namun tanaman tersebut sebaiknya ditempatkan di tempat yang memperoleh cahaya cukup, misalnya, di dekat jendela atau pintu.

Perbanyakan Tanaman
Perbanyakan Aglaonema bisa dilaksanakan dengan cara memisahkan rumpun pada setiap waktu atau menggunakan stek.
Share:

Jumat, 07 Maret 2014

Budidaya Chrysalidocarpus Lutescens


Chrysalidocarpus lutescens disebut juga Areca lutescens palma Madagascar, Hyophorbe commersoniana, H. Indica (Golden butterfly). Tanaman ini tumbuh berumpun, berdaun melengkung seperti bulu tersusun dari banyak daun kecil-kecil. Ukuran daun panjang seperti pita berhadapan. Panjang helai daun bisa mencapai 90-150 cm.
Batang bagian bawah yang sudah dewasa barbentuk bulat beruas-ruas seperti bambu. Batang bagian atas yang dekat daun masih terselubug pelepah daun.



PERSYARATAN TUMBUH DAN PERLAKUAN
a.       Kebutuhan Cahaya
Tanaman ini  akan tumbuh baik jika mendapat sinar matahari yang terang secara tidak langsung. Tanaman yang hanya mendapatkan cahaya buatan yang berasal dari lampu cukup yang berkekuatan 400 f.c.
b.      Kebutuhan Suhu
Palem kuning ini sangat cocok jika suhu lingkungan di waktu siang 75oF- 85oF dan suhu malam hari 65oF- 70oF.
c.       Media Tanam
Media tanam yang baik untuk tanaman ini terdiri atas campuran: satu bagian tanah, satu bagian kompos, satu bagian pasir, dan setengah bagian pupuk kandang. Setiap 4-5 kg media ditambah 2 sendok makan tepung tulang. Media tanam harus selalu dalam kondisi lembab sepanjang waktu, tetapi tidak boleh menggenang.
d.      Pemupukan
Pemupukan dilakukan setiap satu bulan sekali saat awal musim penghujan sampai akhir musim penghujan. Di musim panas, saat tanaman mengalami masa istirahat tidak perlu dipupuk. Demikian pula, tanaman yang baru saja dilakukan pengepotan ulang, pemupuk harus menunggu sampai musim penghujan tiba.
e.       Pengepotan kembali
Jika tanaman telah memenuhi pot dan musim penghujan telah tiba, maka harus dilakukan pengepotan kembali. Tanaman yang baru dilakukan pengepotan kembali maka media di sekitar bola akar dipadatkan sehingga tanaman berdiri kokoh.
f.       Perbanyakan Tanaman
          Palem kuning bisa diperbanyak dengan cara memisahkan atau menyapih rumpun dari pohon induknya 
          atau dari bijinya.

Share:

Senin, 03 Februari 2014

Teknik Budidaya Pisang Kepok

Budidaya pisang kepok
Pisang boleh jadi merupakan jenis buah yang paling umum ditemui tak hanya di perkotaan tetapi sampai ke pelosok desa. Ada beragam jenis buah pisang salah satunya adalah pisang kapok. Jenis yang satu ini memiliki ciri-ciri bentuk buah yang cenderung pipih dan tidak bulat memanjang seperti varian pisang lainnya. 


Maka itu, ia disebut juga dengan nama pisang gepeng. Si kapok ini termasuk ke dalam jenis pisang yang lebih enak dikonsumsi setelah diolah. Ia terdiri dari dua jenis yakni pisang kapok kuning dan pisang kapok putih. Pisang dengan daging berwarna kuning biasanya jauh lebih mahal karena rasanya memang lebih enak jika dibandingkan dengan pisang kepok daging putih. 

Pada dasarnya pisang kepok ini bisa tumbuh di mana saja, namun untuk kualitas buah yang baik, biasanya ada persyaratan lahan tanam yang harus dipenuhi. Budidaya pisang kepok banyak dilirik para petani sebab permintaan terhadap jenis pisang yang satu ini selalu stabil. Tertarik mencoba? 

Secara prinsipil, budidaya pisang kepok sama saja dengan jenis pisang lainnya. Ia bisa tumbuh di lahan yang kering sekalipun sebab ia mendapat supply air dri cadangan yang ada di batangnya. Hanya saja, dalam kondisi tersebut, produksi buah tentu tidak bisa diharapkan. Iklim tropis yang cenderung basah juga lembab adalah kondisi yang paling baik bagi pertumbuhan pisang. Sementara itu, kondisi angin juga perlu diperhatikan. Tanaman pisang kepok sebaiknya tidak ditanam di wilayah yang sering terkena angin kumbang sebab bisa merusak bagian daunnya serta mempengaruhi perkembangan juga pertumbuhannya. Perhatikan pula curah hujan. Angka paling optimal adalah 1.520 sampai 3.800 mm per tahunnya dengan syarat 2 bulan kering. Cermati pula variasi curah hujan yang harus seimbang dengan ketinggian medium tanam sebab jika tidak akan mudah tergenang dan merusak kualitas batang pisang. 


Sama seperti tanaman lainnya, pisang kepok juga akan tumbuh subur di medim tanah yang gembur dan kaya akan humus. Jauh lebih baik lagi jika tanah tersebut mengandung kapur atau berupa tanah berat. Pohon pisang termasuk tanaman yang “rakus” sehingga ada baiknya jika ditanam pada tanah kaya humus yang secara rutin diperbaharui dengan pupuk. Air pada medium tanam juga harus tersedia namun perhatikan agar tidak menggenang. Ketinggian tanah di area basah antara 50 sampai 200 cm, sementara itu di wilayah setengah basah yakni 100 sampai 200 cm. Jika ditanam di wilayah cenderung kering, ketinggiannya sebaiknya 50 sampai 150 cm. 


Jangan menanam pisang kepok di tanah yang pernah mengalami erosi sebab hasil panen akan tergangggu. Pastikan pula agar tanah tersebut memiliki resapan air yang tinggi sebab pisang susah hidup pada tanah dengan kandungan garam sekitar 0,07%. Seperti disebutkan sebelumnya, pisang bisa tumbuh di wilayah yang kering dengan ketinggian 1000 m dpl sampai 2000 mdpl. 


Budidaya: Pembibitan, Pemeliharaan, Pemanenan



Pisang diperbanyak dengan cara vegetatif yakni dengan menggunakan anakan berupa tunas-tunas muda. Anakan yang baik memiliki ketinggian antara 1 meter hingga 1,5 meter. Adapun lebar umbi sekitar 15 sampai 20 cm. Sebaiknya anakan diambil dari pohon induk yang kualitasnya baik, produktif dan buahnya unggulan. Pastikan pula Anda mencermati tinggi indukan sebab akan mempengaruhi produksi pisang seperti jumlah sisir per tandannya. Bibit pisang ini dibagi ke dalam dua jenis yakni anakan muda dan anakan dewasa. Jauh lebih baik jika menggunakan jenis yang kedua sebab sudah memiliki bakal bungan dan cadangan makanan dalam bonggolnya sudah banyak. Pilih bibit yang daunnya masih mengumpul serupa tombak karena jauh lebih baik jika dibandingkan dengan bibit yang daunnya telah melebar. 

Pembukaan lahan harus tetap memperhitungkan faktor iklim, letak pasar atau industri, kemananan sosial dan juga prasarana ekonomi. Untuk membuka lahan tanam dalam budidaya pisang kepok, langkah pertama dimulai dengan pembasmian gulma, semak-semak, rumput dan juga melakukan proses penggemburan pada tanah, pembuatan sengkedan dan juga saluran pengeluaran air kelak. 


Tanap perlu dibuatkan sengkedan atau teras dengan lebar yang bergantung pada kemiringan medim tanam. Adapun lambung sengkedan sebaiknya didanggah dengan menggunakan rerumputan atau bebatuan jika ada. Jauh lebih baik lagi jika ditanamai tumbuhan legume seperti lamtoro pada batas sengkedan agar tidak erosi. Legume juga memasuk unsur hara N dan mampu menahan angin yang bisa merusak tanaman pisang. Sementara itu saluran pembuangan air dibuat pada lahan dengan kemiringan kecil serta pada tanah yang datar Pada permukaan landasan juga sisi luar sebaiknya ditanami rerumputan agar terhindar erosi. 


Bibit pisang sebaiknya ditanam dengan jarak masing-masing bibit agak lebar agar di 3 bulan pertama bisa dipakaikan pola tanam lorong atau tumpang sari antara pisang. Tanaman tumpang sari bisa berupa sayur mayor. Kebanyakan kebun pisang di Asia dengan tingkat hujan yang tinggi, biasanya ditanam bersama dengan kopi, kelapa,kakao dan lain-lain. Ini tentunya memberikan keuntungan ganda bagi petani. 


Lubang tanam pada lahan dibuat dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm jika medium tanamnya berat, dan 30 x 30 x30 cm jika medium tanamnya cukup gembur. Jarak tanam sebaiknya 3 x 3 m jika tanah kondisinya sedang dan 3,3 x 3,3 m jika tanah kondisinya berat. Proses penanaman dilakukan pada awal musim hujan yang biasanya jatuh pada bulan September menuju oktober. Sebelum ditanami, pada lubang tanam sebaiknya diberi pupuk organik misalnya kompos dan kandang masing-masing 15- 20 kg. Langkah ini kelak akan berpengaruh pada kualitas buah pisang kepok yang dipanen. 


Penting untuk melakukan proses penjarangan agar hasil maksimal. Satu rumpun seharusnya hanya terdiri dari 2 hingga 4 batang saja. Jika lebih maka sebaiknya dilakukan penjarangan. Sementara itu, proses penyiangan rumput maupun gulma haris dilakukan secara tertaur terutama pada area yang dekat dengan batang pohon pisang. Langkah penyiangan ini sebaiknya dilakukan dengan langkah penggemburan agar akar dan tunas makin banyak. 


Proses pemeliharaan selanjutnya adalah perempalan dimana daun-daun yang sudah kering perlu untuk disingkirkan. Hal ini harus rutin dilakukan. Sementara itu langkah pemupukan dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun. Pisang memerlukan kalium dalam jumlah yang cukup besar. Dan dalam 1 hektar pohon pisang butuh kira-kira 207 kg pupuk urea, 608 kg KCI, 138 kg super fosfat dan 200 kg batu kapur. Pemupikan pertama dilakukan setelah 6 bulan dari jarak tanamnya. 


Proses pengairan juga penyiraman juga harus dijaga. Langkah ini dilakukan dengan mengairi saluran air yang telah dibuat dan terletak di antara bebarisan tanaman pisang itu sendiri. Langkah selanjutnya adalah memberi musa atau daun kering maupun yang basah. Musa ini berperan untuk mereduksi air yang menguap dan menekan pertumbuhan gulma. Namun jangan dilakukan secara terus menerus sebab bisa membuat tanaman pisang berakar dangkal. 
Selanjutnya, jika pohon pisang telah berbuah, maka jantung pisang yang telah berjarak 25 cm dari sisir buah yang paling akhir wajib dipoting sebab jika tidak, keberadaan jantung tersebut akan membuat perkembangan buah terhambat. Jika sisir buah pisang telah berkembang secara sempurna, semua tandan pisang sebaiknya dibungkus menggunakan plastik bening. Sebaiknya gunakan jenis polietilen dengan tebal 0,5 mm dan jangan lupa beri lubang dengan diameter sekitar 1,25 cm. jarak antara masing-masing lubang sekitar 7,5 cm. 


Ada banyak hama yang perlu diwaspadai salam usaha budidaya pisang kepok antara lain ulat daun atau erienota thrax. Ia menyerang daun dan membuatnya menggulung dan sobek. Ulat ini bisa ditanggulangi dengan insektisida malathion. Hama lainnya adalah uret kumbang. Ia menyerang kelopak daun juga batang dengan menciptakan lorong-lorong. Solusinya, perbaiki sanotasi pada rumpun pisang dan bersihkan dari sisa batang pisang yang busuk. Hama lainnya adalah nematode danulat bunga. Keduanya bisa juga diatasi dengan insektisida. 


Sementara itu, penyakit yang sering menyerang pisang adalah penyakit darah, panama, bintik daun, daun pucuk, layu oleh bakteri bacillus dan masih banyak lagi lainnya. 
Pemanenan 
Proses terakhir dalam budidaya pisang kepok sebelum dipasarkan tentunya pemanenan. Umur setahun, pisang sudah berbuah dan pemanenan biasanya ditentukan oleh umur buah dan juga bentuk buah. Daun bendera yang telah kering adalah ciri utama pemanenan bisa dimulai. Buah yang sudah cukup matang berumur antara 80 sampai 100 hari. Lokasi jual buah juga harus diperhatikan agar buah tidak busuk sebelum sampai di konsumen. Sebaiknya, buah pisang disimpan minimal 10 hari sebelum tiba di konsumen.


Silahkan lihat juga beberapa video kami tentang tanaman PISANG berikut ini :

 

1. Tips Sederhana Agar Buah Pisang Menjadi Besar dan Bebas Hama : https://www.youtube.com/watch?v=jinR3mP92bs&t=33s

 

2. Mengatasi Layu Fusarium Pada Tanaman Pisang : https://www.youtube.com/watch?v=t6liH1QVM4I&t=104s

 

3. Cara Memilih Bibit Pisang Yang Baik Agar Cepat Berbuah : https://www.youtube.com/watch?v=MryVRZ_cfHg&t=3s

 

4. Eksperimen Mengobati Layu Fusarium Tanaman Pisang : https://www.youtube.com/watch?v=UExkET4vr3I&t=27s

 

5. Cara Menanam Pisang Agar Bebas Penyakit Fusarium : https://www.youtube.com/watch?v=iprgX4P3nCY

 

6. Hama Tanaman Pisang Paling Menjengkelkan : https://www.youtube.com/watch?v=0d6LRCRp8jA

 

7. 5 Langkah Mencegah Penyakit Layu Fusarium Tanaman Pisang : https://www.youtube.com/watch?v=cXzm1Dn0wJo&t=7s

 

8. Hasil Eksperimen Mengobati Layu Fusarium Pisang : https://www.youtube.com/watch?v=ycxFYL1jHsg

 

9. Mengenal Jenis Bibit Anakan Pisang Yang Baik : https://www.youtube.com/watch?v=NCnOqtD_ngQ

 

10. Cara Alami Mencegah Layu Fusarium Tanaman Pisang : https://www.youtube.com/watch?v=6wv5pc_03v0

 

11. Cara Menanam Pisang Di Dalam Pot (Planter Bag) Agar Cepat Berbuah : https://www.youtube.com/watch?v=G3h9WO_Q_cI

 

12. Rahasia Agar Induk Pisang Mempunyai Banyak Anakan : https://www.youtube.com/watch?v=r_flKgQMrkQ

 

13. Teknik Penjarangan Anakan Pisang Cavendis : https://www.youtube.com/watch?v=UkxqOOb9S_0

 

14. Petani Pisang Cavendish Pada Mengeluh, Ada Apa : https://www.youtube.com/watch?v=CwxESmdt0Ic

 

15. Budidaya Pisang Morosebo Cepat Berbuah : https://www.youtube.com/watch?v=oA86Yu-hPDE&t=35s

 

16. Panen Pisang Kepok Super Jumbo : https://www.youtube.com/watch?v=f4s7QPoMo7U

 

17. Pisang Tanduk Usia 11 Bulan Mulai Berbuah : https://www.youtube.com/watch?v=Y8p6Kmeh3H0

 

18. Panen Pisang Barlin di Pekarangan Rumah : https://www.youtube.com/watch?v=9US8o9ZEyeQ&t=18s

 

19. Panen Pisang Kepok Tanjung Super Besar : https://www.youtube.com/watch?v=udJmLRudaXk

 

20. Panen Pisang Tanduk Super Besar : https://www.youtube.com/watch?v=QaSFCjhn4qE


Share:

Pengikut